Rizal Ramli Kuda Hitam, Darmin Dinilai Tak Mampu Perbaiki Kredibilitas, Citra dan Martabat BI
Penulis :
Penyunting :
591    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA,RIMANEWS- Diperlukan calon Gubernur BI yang tangguh, bersih dan kredibel untuk membangun kembali kredibilitas dan citra BI yang merosot tajam dewasa ini. Publik dan pasar melihat bahwa semenjak diterpa skandal Bank Bali, kasus Miranda Gultom, Centurygate dan belakangan skandal percetakan uang di Australia, kredibilitas BI sudah jatuh. Para pengamat dan tokoh pergerakan menilai Darmin Nasution sebagai Pjs Gubernur BI  terbukti tidak mampu mengangkat citra, harkat dan martabat BI meski ia diisukan jadi calon tunggal. Sementara  nama Rizal Ramli muncul sebagai kuda hitam.

Kini, BI sedang mencari calon gubernurnya yang defitinitif. ''Siapa calon kredibel itu, apakah tetap Darmin Nasution dari internal BI  atau calon dari luar BI yakni Rizal Ramli? Ini pertanyaan berat. Darmin terbukti tidak kompeten untuk mengangkat harkat,citra dan kredibilitas BI yang sudah merosot tajam itu. Karena itu saya melihat Rizal Ramli yang paling tepat memimpin BI,''kata pengamat ekonomi-politik  Frans Aba MA, kandidat PhD di National University of Malaysia.

Publik dan pasar  meyakini, tak lama lagi Persiden SBY akan mengajukan calon Gubernur BI ke DPR. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengaku telah mengantongi satu orang calon yang akan segera disampaikan kepada Presiden SBY.

“Jika benar pengakuan itu, dan hanya satu calon, sebaiknya dari luar BI, sebab kredibilitas BI sudah jatuh akibat berbagai skandal korupsi. Para pejabat BI yang ada saat ini, tidak kredibel,” kata ekonom Hendri Saparini PhD.

Sementara itu pengusaha dan mantan tokoh GMNI ITB Suko Sudarso menyarankan agar SBY mengajukan dua calon ke DPR yakni Darmin Nasution dan Rizal Ramli. ''Biarlah keduanya diuji DPR dan publik, siapa yang paling kompeten. Saya kira, Rizal yang dari luar BI, layak sekali diajukan dan menjdi kandidat terbaik. Saya berharap istana sebaiknya memutuskan bukan calon tunggal, sebab itu terkesan ada kompromisme kartel politik yang mengundang kecurigaan besar dari publik.Pak SBY saya yakin mengajukan minimal dua calon gubernur BI, yakni Rizal dan Darmin agar istana tidak diprasangkai, dicela. dicurigai dan dimusuhi masyarakat madani, ” ujar Suko Sudarso,  tim khusus SBY-JK pada pilpres 2004 itu.

Hendri mengakui bahwa peluang Darmin amat besar sebagai calon tunggal, namun mantan Dirjen Pajak Kementrian Keuangan itu masih akan kesulitan mengangkat kredibilitas dan citra BI.

Para pengamat melihat, selain Darmin yang dinilai kurang kredibel, maka Rizal Ramli merupakan sosok paling kompeten. “Pernyataan mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bahwa Rizal Ramli merupakan sosok paling kredibel dan disegani jika memimpin BI, menunjukkan Rizal paling tepat memimpin BI,” kata Nehemia Lawalata, mantan sekretaris politik Prof Sumitro Djojohadikusumo.

“Jika Darmin yang diajukan, itu merupakan kompromi partai-partai politik koalisi dengan SBY, dan itu menunjukkan bahwa SBY dijepit kepentingan bercokol,” tokoh GMNI Indonesia Timur itu.

Dani Setiawan dari Koalisi Anti Utang menyatakan, pemerintah kelihatannya hanya akan mencalonkan satu nama, yaitu Darmin Nasution. Apalagi, katanya, selama ini Darmin masuk dalam jaringan Mafia Berkeley. “Gubernur BI tidak pernah lepas dari Mafia Berkeley, namun itu buruk bagi  citra SBY yang mengklaim nasioanlis-religius,” jelas salah satu pendiri Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia itu.

Namun pengamat ekonomi-politik Fisip-UI Syamsul Hadi PhD menyebut bahwa rekam jejak Darmin Nasution kurang berprestasi. Bahan selama menjadi Dirjen Pajak tersandung berbagai masalah pajak. “Namun apakah Darmin atau Rizal Ramli? Hanya SBY yang tahu,” katanya.

Yang jelas siapapun calonnya, kursi Gubernur BI satu sudah setahun kosong. Kalau jabatan itu terus kosong, tentu akan berdampak terhadap kondisi pasar. Alhasil, bisa membahayakan perekonomian kalau terlalu lama lowong.

Jadi, Darmin atau Rizal? Keduanya bakal bersaing, dan saya yakin  Pak SBY  memilih minimal dua calon Gubernur BI yang dianggap mumpuni. Saya sendiri melihat publik lebih percaya kepada kompetensi Rizal Ramli yang mantan menko ekuin itu,” imbuh Nehemia Lawalata.