Soal Gayus Halomoan Tambunan terkait bocornya rencana penuntutan (Rentut)
Penulis :
Penyunting :
695    0

Dokumentasi Rima

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, Marwan Effendi, mengatakan, pihaknya akan menyelidiki pernyataan Gayus Halomoan Tambunan terkait bocornya rencana penuntutan (rentut) terhadap dirinya dalam kasus di Pengadilan Negeri Tanggerang awal tahun 2010 .

"Saya minta inspektur meneliti berkas-berkas terkait dengan hal itu," kata Marwan melalui pesan singkat kepada wartawan, Minggu (17/10/2010).

Sebelumnya, Gayus saat bersaksi di sidang terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengungkapkan, Haposan pernah memberikan selembar kertas rentut jaksa penuntut umum (JPU). Dalam lembar itu tertulis Gayus akan dituntut pidana selama satu tahun penjara terkait kasus pencucian uang dan penggelapan senilai Rp 370 juta.

Padahal, kata Gayus, Haposan sebelumnya berjanji tuntutan yang akan dikenakan kepadanya hanya hukuman percobaan selama satu tahun. Gayus mengaku sudah menyerahkan uang Rp 5 miliar kepada Haposan untuk diserahkan ke pihak kejaksaan. Uang itu diserahkan sebelum pelimpahan tersangka berikut barang bukti dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Tangerang.

Lantaran adanya rentut penjara selama satu tahun, tambah Gayus, Haposan menyarankan kembali menyerahkan uang ke pihak kejaksaan. Gayus lalu memberi 50.000 dollar AS ke Haposan. Setelah itu, Haposan kembali menyerahkan lembaran rentut baru dengan hukuman satu tahun percobaan. Dikatakan Gayus, lembaran rentut itu ditandatangani Pohan Lasphy, Direktur Penuntutan pada Jampidum Kejakgung.

"Suratnya masih ada sama saya. Nanti sidang berikutnya saya bawa," kata Gayus seusai sidang Jumat (15/10/2010). Namun, Gayus tak tahu apakah lembaran rentut itu asli atau rekayasa dari Haposan. "Yang jelas itu dari Haposan," kata dia.

Kita harus melihat kasus Gayus secara utuh. Ini puncak gunung es  mafia korupsi pajak di Indonesia.

Andi Mahandy, Palembang