Sungguh Ironis Nasib PLN di Negara Kaya Energi, Beli Gas dan Batubara Saja Kesulitan?

JAKARTA, RIMANEWS - PT PLN (Persero) sampai saat ini masih belum mendapatkan pasokan gas sesuai dengan kebutuhannya yang sebesar 1.500 mmscfd. Padahal jika kebutuhan ini terpenuhi maka PLN bisa hemat Rp 15 triliun.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan saat ditemui di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

"Kalau itu bisa dapat gas 100% yang kita butuhkan, PLN bisa menghemat Rp 15 triliun satu tahun," ujarnya.

Dahlan mengatakan, saat ini dari kebutuhan 1.500 mmscfd, PLN baru mendapatkan pasokan gas sebesar 440 mmscfd.

"Kita ini punya pembangkit sejumlah 5.000 megawatt yang seharusnya dijalankan dengan gas sekarang ini dijalankan dengan sebagian dijalankan dengan minyak solar, itu yang membuat boros sekali, sehingga kita harus berjuang dapat gas," katanya.

Saat ini Dahlan mengatakan, PLN sedang berjuang sehingga pasokan gas dapat terpenuhi 100%. Dengan begitu PLN bisa makin efisien.

Kesulitan Batu Bara

Meskipun, perusahaan batu bara berkomitmen akan memenuhi kebutuhan batu bara, Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih mengalami kesulitan memperolah tambahan pasokan sumber energi itu bagi pembangkit listriknya.

Deputi Direktur Pembangkit Jawa Bali, Bagiyo Riawan menuturkan, PLN mengharapkan perusahaan batu bara bisa memenuhi kebutuhan energi pembangkit listrik PLN sebesar 2,4 juta ton. Akan tetapi, pengiriman batu bara ke sejumlah pembangkit Jawa dan Bali dilakukan secara bertahap, yaitu November, Desember dan Januari.

"Saya mengharapkan, perusahaan batu bara untuk memenuhi kewajiban kebutuhan pasar dalam negeri terlebih dahulu. Akan tetapi, kemungkinan untuk impor batu bara masih ada jika harganya kompetitif," ujar Bagio Riawan di Jakarta, Senin (17/11).

Krisis keuangan global berdampak pada penurunan permintaan batu bara. Sementara suplai batu bara tetap, harga jual batu bara ikut terpengaruh.

"Harga jual batu bara di pasar internasional akan semakin kompeti- tif. Kami akan membeli batu bara yang kami ni- lai menguntungkan bagi PLN," ujarnya.

Konsumsi batu bara PLN tahun ini sebesar 33 juta ton. Permintaan batu bara meningkat 2,4 juta ton pada akhir tahun ini untuk memenuhi stok batu bara pembangkit listrik PLN menjadi 30 hari.

Sedangkan, pada 2009 nanti konsumsi batu bara PLN akan mengalami peningkatan sebesar 3 juta ton dari tahun ini menjadi 36 juta ton. Pada tahun 2010 kebutuhan batu bara melonjak menjadi 52 juta ton sesuai dengan bertambahnya pembangkit listrik tenaga uap proyek 10.000 Megawatt.

Dirjen Mineral, Batu bara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan menuturkan, hasil produksi batu bara terus meningkat. Demikian juga, permintaan ekspor dan dalam negeri. Saat ini, sekitar 75 persen dari total produksi batu bara nasional diekspor.

"Akan tetapi, ada tendesi kebutuhan batu bara dalam negeri pada masa depan akan bertambah. Kuota ekspor batu bara pun akan berkurang," ujar Bambang.

Dalam Negeri

Produksi batu bara nasional tahun ini sebesar 230 juta ton. Ekspor batu bara sebesar 173 juta ton, sedangkan sisanya 57 juta ton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pada 2009, kebutuhan batu bara dalam negeri diperkirakan akan menjadi 66 juta ton. Produksi nasional pada 2009 diperkirakan mencapai 250 juta ton. Dengan demikian, ekspor batu bara mencapai 184 juta ton pada tahun depan.

Executive Director Asosiasi Perusahaan Batu Bara Indonesia (APBI), Supriatna Suhala menuturkan, di tengah krisis keuangan global perusahaan batu bara masih kuat.

"Tahun ini, perusahaan batu bara belum terimbas krisis keuangan global. Perusahaan batu bara sudah terikat kontrak ekspor jangka panjang dan belum ada pembatalan kontrak atau mengurangi produksinya," katanya.

Ditambahkannya, industri batu bara nasional berbasis ekspor . Seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar, pendapatan perusahaan batu bara pun meningkat tajam.

Sebagian besar produksi batu bara nasional untuk kebutuhan energi pembangkit listrik. Tujuan ekspor batu bara na-sional terbesar ke Jepang, Tiongkok, Korea, dan Eropa.

"Masih banyak negara yang mengincar produksi batu bara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi pembangkit listrik di negaranya. PLN kesulitan mendapatkan batu bara karena PLN sering menunggak pembayaran, kami jadi tidak tertarik menyuplai kebutuhan batu bara PLN" ujar Suhala.

Kesulitan Pasokan Gas

Jakarta: Setelah melakukan pemadaman bergilir akibat pasokan listrik tak memadai, kini PLN mengalami defisit pasokan gas karena tersendatnya pasokan dari Pertamina. PLN mengakui pasokan gas ke PLTU Muara Karang dan Priok masih jauh dari yang dibutuhkan sehingga harus mencari alternatif dengan cara menggunakan bahan bakar minyak.

Saat dihubungi SCTV di Jakarta, Senin (23/11), Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan, dengan menggunakan bahan bakar minyak sebagai pengganti, selain lebih mahal, efisiensi pembangkit pun menurun. Sebab pembangkit memang dirancang beroperasi dengan menggunakan bahan bakar gas.

SBY: Pemadaman Listrik Bergilir untuk Selamatkan APBN

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mematangkan rencana pemadaman listrik bergilir untuk menghemat pengggunaan BBM.

Saat memberikan pengantar sidang kabinet paripurna membahas persiapan pemerintah menghadapi gejolak di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri, Presiden mengatakan, langkah-langkah untuk menghemat penggunaan BBM perlu diambil .

Menurut SBY, pada tahun 2005 dan 2008, pemerintah pernah membuat kebijakan dalam rangka penghematan penggunaan listrik.

"Salah satu cara menyelamatkan APBN kita, dengan mengurangi penggunaan listrik dan BBM. Untuk listrik kita pernah melakukan penghematan serius di 2005, 2008 dan 2009 hasilnya kongkrit dan nyata," kata SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/7).

Sebelumnya, (Senin, 18/7) SBY menyatakan, Indonesia perlu meniru pemerintah Jepang memadamkan listrik kala PLTN Fukushima mengalami kebocoran. Langkah ini dianggap mampu mengurangi konsumsi energi.

"Kita ingin mengurangi subsidi dengan cara mengurangi volume bahan bakar yang disubsidi. Yang dulu hasilnya bagus adalah melalui efisiensi penggunaan listrik dan BBM," kata SBY

Dia juga meminta jajaran kementerian bidang perekonomian melakukan antisipasi kenaikan harga bahan pokok jelang bulan puasa yang akan jatuh pada pekan keempat Juli.

Seperti diketahui, pada 2005 dan 2008 lalu, di tengah tingginya harga minyak mentah dunia, pemerintah melakukan pemadaman listrik bergilir untuk menghemat konsumsi BBM. Selain itu, instansi-instansi milik pemerintah pun diinstruksikan untuk melakukan penghematan seperti mengurangi penggunaan pendingin ruangan. Wapres Jusuf Kalla, pada waktu itu, mengimbau kalangan pejabat tidak mengenakan jas untuk bekerja.(dtk/ian/rmol/lip6/oz)

Kirim komentar baru

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <b> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <br> <h1> <h2> <h3> <h4> <table> <th> <tr> <td> <img> <p>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

Validasi
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
6 + 13 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.