Ironis, Siswa Diajarkan Buku Pelajaran Pancasila 'Menyesatkan'
Penulis :
Penyunting :
869    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS - Buku pelajaran sekolah di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, ditemukan salah cetak. Bahkan, menyesatkan. Buku pelajaran berjudul Pancasila Dasar Negaraku Bhineka Tunggal Ika Semangatku, salah dalam menuliskan butir sila Pancasila.

"Kesalahan fatal dalam tulisan sila IV Pancasila. Dalam buku itu tertulis, 'kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan" di halaman 9, 10, 24 dalam buku berlabel "milik negara, tidak dijual belikan," ujar Wakil Ketua DPD PDI-P, Eko Suwanto, kepada wartawan, Jumat (18/11/2011).

Dijelaskan, pada halaman belakang ada tulisan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional, Buku itu berudul: Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku, ditulis oleh Valentina Rian Pratiwi, diterbitkan Nobel Edumedika, ISBN 9896028691246.

Kesalahan yang lain, kata Eko lagi, juga terlihat pada halaman 53 dimana sila I Pancasila dituliskan 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dan 'Ketuhanan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'

"Kesalahan tulis dan cetak ini tidak bisa dibaca sebagai kesalahan teknis. Kesalahan tulis dan cetak tersebut bentuk penyesatan terhadap ideologi bangsa, Pancasila. Kami mendesak Presiden SBY dan Mendikbud untuk bertanggung jawab dgn meminta maaf, menarik buku dari sekolah serta mempertanggungjawabkan APBN yang digunakan untuk membiayai pencetakan buku yang salah itu," Eko menandaskan.

"Kami jua mendesak komisi X DPR RI untuk segera memanggil Mendikbud, penerbit dan penulis untuk dimintai keterangan.

Pancasila, tandas Eko, adalah dasar negara yang mesti dipelajari, dengan pembelajaran, pendidikan dan pembathinan Pancasila. Pemerintah, imbuhnya, punya kewajiban untuk melakukan pendidikan Pancasila melalui sekolah disemua tingkatan.

"Artinya kurikulum Pancasila yang mengedepankan aspek kesejarahan dan peran Bung Karno sebagai penggali Pancasila. Terkait dengan kesalahan cetak buku itu, jika dibiarkan akan terjadi penyesatan karena terjadi kesalahan cetak sila dalam Pancasila. Tidak bisa dibayangkan jika guru dalam mengajarkan Pancasila dengan buku itu, akan mengakibatkan generasi bangsa, murid salah memaknai Pancasila," paparnya. [mam/tribun]