ICW Desak KPK Segera Usut Pengakuan Nazaruddin
Penulis :
Penyunting :
620    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS - Dua lembaga swadaya masyarakat, Transparency International (TI) Indonesia dan Indonesia Coruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut pengakuan terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Terakhir, mantan bendahara umum Partai Demokrat tersebut mengaku sempat dipanggil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke kediaman pribadi sang presiden di Puri Cikeas sebelum kabur ke Singapura.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring ICW Febri Diansyah dan Sekretaris Jenderal Transparency International (TI) Indonesia Teten Masduki secara terpisah, Kamis (1/12).

"Dari pengakuan tersebut, yang terpenting adalah menelusuri siapa saja orang-orang atau pihak yang membantu Nazaruddin, termasuk yang menyarankan atau bahkan memfasilitasi," ujar Febri.

Menurut Febri, KPK mesti menggunakan pasal 21 di dalam undang-undang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 31/1999 seperti dalam kasus Anggodo Widjojo. Yaitu, pasal yang mengatur penindakan terhadap siapa pun yang menghalang-halangi penyelidikan dan penindakan kasus korupsi.

"Pasal ini harus digunakan KPK untuk kasus berikutnya. Meskipun tentu saja kita tidak bisa menelan ucapan Nazaruddin mentah-mentah, apalagi untuk kepentingan pembuktian hukum," sambung Febri.

Senada, Teten Masduki mengemukakan KPK mesti mengejar pengakuan Nazaruddin tersebut untuk membuktikan adanya upaya mempersulit penegakan hukum. "Tetapi saya ragu apakah KPK berani, khususnya yang jilid sekarang," pungkas dia.(yus/MI)

Wabah Kolera Serang Nigeria -dibaca 502 kali