Internasional

Kepentingan AS di Iran Lenyap Akibat Revolusi Islam

1.7K
DILIHAT
/
10:41
21 JAN 2012
Penulis

RIMANEWS - Seorang anggota parlemen senior Iran mengatakan plot AS terhadap Iran akan menjadi bumerang, meskipun Washington meningkatkan perang psikologis terhadap Republik Islam menjelang pemilu parlemen.
 
"Memprovokasi [mantan diktator Irak] Saddam Hussein untuk menyerang Iran [pada 1980], dan mendorong negara-negara pesisir Teluk Persia untuk bersatu melawan Iran, mendorong kelompok teroris bertindak melawan Iran, memata-matai pejabat dan membunuh ilmuwan nuklir, semua itu menunjukkan bahwa Washington melancarkan pukulan fisik dan psikologis terhadap Iran, " kata anggota parlemen Mohammad Karamirad, Jumat (20/1).

Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran itu, menambahkan bahwa plot Barat tersebut selalu terbukti tidak efektif, dan Republik Islam mencapai kemajuan besar dalam berbagai bidang, seperti sains dan teknologi nuklir, nanoteknologi, dan kedirgantaraan.

Permusuhan Washington terhadap Iran karena kepentingan AS lenyap di Iran sejak kemenangan Revolusi Islam.

Pada 13 Januari, Iran mengumumkan bahwa mereka telah mengumpulkan bukti yang kredibel yang menunjukkan bahwa pembunuhan ilmuwan nuklir Mostafa Ahmadi Roshan dilakukan dengan arahan, dukungan, dan perencanaan Dinas Intelijen AS (CIA).

Pembunuhan itu terjadi hanya satu bulan setelah Iran berhasil menurunkan sebuah pesawat tanpa awak AS dengan kerusakan minimal yang melanggar wilayah udaranya di bagian timur negara itu.

Pada tanggal 6 Desember, dua pejabat AS mengkonfirmasi bahwa pesawat itu memang menjadi bagian dari operasi intelejen CIA.[ian/irb]

Terbaru
2 September 2015 | 14:51
Remaja Tewas Saat Selfie
2 September 2015 | 14:06
Ada Pantai Khusus Wanita di Chechnya
1 September 2015 | 20:38
Polisi Hungaria Blokir Imigran
Internasional
Internasional 
Foto & Video
2 September 2015 | 18:55
Persebaya Surabaya Vs Martapura FC
2 September 2015 | 18:38
Menikmati Hujan Tanpa Basah Kuyub
2 September 2015 | 17:50
Eros Djarot di Gedung KPK, Ada Apa?
Berita Terkait
Gaya Hidup 23 Agustus 2015 | 08:52
Internasional 2 September 2015 | 19:03
Internasional 2 September 2015 | 18:35
Internasional 2 September 2015 | 17:45
Internasional 2 September 2015 | 17:00
Internasional 2 September 2015 | 19:03
Berita Lainnya
2 September 2015 | 19:23
PMI Bali Butuh 45.000 Kantong Darah