Ribuan WNI Ditolak Masuk Singapuara, Kok Bisa?

838
DILIHAT
/
10:09
08 FEB 2012
Penulis

BATAM, RIMANEWS - Sebanyak 1.689 warga negara Indonesi (WNI) yang hendak masuk ke Singapura dari Batam dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 2011 ditolak oleh otoritas setempat dengan berbagai alasan.

"Angka 1.689 itu sangat tinggi dan mencapai enam kali lipat bila dibandingkan dengan warga Singapura yang ditolak masuk ke Indonesia melalui Batam dan Tanjungpinang, yang hanya 280 orang," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Kepulauan Riau Yusuf Riadi dalam rapat bersama Wakil Gubernur dan Komite I DPD RI di Graha Kepri, Batam, Selasa (7/2).

Ia mengatakan, alasan keamanan karena ada warga Indonesia menjadi pelaku bom bunuh diri menjadi alasan utama pelarangan masuk ke Singapura. "Sejak banyak kejadian bom di Batam, otoritas Singapura memperketat pengawasan terhadap orang Indonesia yang ingin masuk negeri tersebut," katanya.

Yusuf mengatakan, otoritas Singapura juga menahan WNI yang memiliki nama Islam seperti, Yusuf, Ahmad atau nama Islam lain. Terlebih bila penampilannya dianggap mencurigakan. "Bila penampilan mereka dirasa mencurigakan, mereka dilarang masuk dan diminta kembali ke Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut adalah hak sepenuhnya Singapura yang tidak bisa ditolak. "Kita tidak bisa serta merta menolak dan melakukan hal yang sama. Yang bisa dilakukan hanya secara diplomasi melalui forum ASEAN atau forum lainnya. Itu hanya bisa dilakukan oleh pusat," kata Yusuf.[ian/ant]

KATA KUNCI : , , , , , , , , , , ,
Terbaru
3 September 2015 | 15:28
Prabowo: Kejam Banget Ahok!
3 September 2015 | 15:07
Gerindra Merasa Ditipu PAN Dua Kali
3 September 2015 | 14:31
Istri Terakhir Sultan HB IX Wafat
Foto & Video
3 September 2015 | 14:33
Bareskrim Sita Mobil Crane Pelindo II
Berita Terkait
Gaya Hidup 23 Agustus 2015 | 08:52
Gaya Hidup 30 Agustus 2015 | 11:09
Budaya 27 Agustus 2015 | 08:30
Berita Lainnya
3 September 2015 | 15:28
Prabowo: Kejam Banget Ahok!
3 September 2015 | 15:07
Gerindra Merasa Ditipu PAN Dua Kali