Aksi demonstrasi puluhan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tual di kantor DPRD setempat menolak penaikan harga BBM diwarnai aksi coret dinding gedung dewan itu.

"Memang ada aksi pencoretan dinding menggunakan arang kayu, pilox dan spidol serta memalang sejumlah pintu ruangan kantor dewan yang dilakukan mahasiswa, namun tuntutan mereka dalam bentuk pernyataan sikap sudah kami teruskan ke Presiden, DPR-RI dan Kementerian ESDM," kata Ketua DPRD Kota Tual, R.M Waremra yang dihubungi dari Ambon, Rabu.

Waremra mengatakan, massa kecewa tidak adanya pimpinan dan anggota legislatif yang menerima para pendemo di gedung DPRD.

Karena merasa tidak puas aspirasinya tidak diterima, mereka kemudian melakukan orasi sambil melakukan aksi pencoretan dinding dengan berbagai tulisan miring yang mengkritik pemerintah.

Waremra menambahkan, untuk mengantisipasi aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh Indonesia termasuk Kota Tual, pemerintah daerah bersama DPRD dan Polres serta Kodim setempat telah melakukan koordinasi untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan.

Dia juga menambahkan, mahasiswa dan LSM maupun elemen masyarakat lainnya boleh menyampaikan aspirasi menentang kebijakan pemerintah menaikan harga minyak, asalkan aksi ini tidak anarkhis dan merusak karena akhirnya mereka akan berhadap-hadapan dengan aparat keamanan dan bisa berlanjut ke masalah hukum.(yus/ant)