Kabur ke Kartagena Cuma Main-Main, Nazaruddin Punya Saham di Perusahaan Minyak Dubai!
Penulis :
Penyunting :
698    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS - Terdakwa kasus suap proyek Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, mengaku cuma main-main ke Kartagena, Kolombia, tempat ia ditangkap kepolisian Interpol pada 7 Agustus 2011. Itu diungkapkan Nazar dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu (28/3).

"Cuma main-main, yang mulia. Diajak teman ke sana," kata Nazar menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Dharmawati.

Majelis hakim menanyakan rute perjalanan Nazar selama pelarian mulai Mei hingga Agustus 2011. Nazar mengaku pergi ke Singapura pada 23 Mei, dengan tujuan berobat. Ia mengaku sempat mau pulang, tapi dilarang Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Sebab, nama Nazar sedang ramai dikaitkan dengan kasus Wisma Atlet.

"Saya di Singapura dua bulan lebih. Waktu itu jantung koroner saya ada sakit, jadi saya melakukan terapi di sana," jelas Nazar.

Dilarang pulang, Nazar berangkat ke Vietnam via Kuala Lumpur, Malaysia. Ia mengaku ke Vietnam untuk urusan bisnis. Dari sana, Nazar kembali lagi ke Singapura dan menetap satu hingga dua pekan. Ia kemudian pergi lagi ke Dubai.

Dari Dubai, Nazar menyewa jet pribadi untuk melintasi Republik Dominika, Bahama, Venezuela, dan Kolombia. Jet carteran parkir di Bogota, Ibu Kota Kolombia, kemudian Nazar menggunakan pesawat komersil untuk plesiran ke Kartagena. Ketika akan pulang ke Singapura, ia ditangkap kepolisian interpol dan dipulangkan ke Indonesia.

Majelis Hakim menanyakan keuangan Nazar selama pelarian. Ia mengaku memiliki uang pegangan dan tidak pernah transaksi di bank. "Bayar jet uangnya darimana?" tanya Dharmawati.

"Langsung ditransfer dari perusahaan saya, yang mulia," jawab Nazar.

"Perusahaan apa," lanjut Dharmawati.

"Perusahaan minyak di Dubai," jawab Nazar.

Nazar mengaku punya saham di perusahaan minyak di Dubai, sejak 2007. Tapi ia tak aktif lagi sejak ditangkap. Ditanya di luar persidangan soal perusahaannya tersebut, Nazar mengatakan, "Cek sendiri ke Dubai".

Selama pelarian, Nazar beberapa kali memberi pernyataan di televisi menggunakan skype. Sempat terdengar jingle Sari Roti saat Nazar berdialog dengan prensenter televisi. Hakim menanyakan hal tersebut. "Oh itu suara handphone saya, yang mulia," jawab Nazar santai.[ian/mtv]