Djoko Suyanto Duga Ada Oknum Ingin Bentuk Suasana Mei 1998 Kembali Terulang
Penulis :
Penyunting :
744    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto sudah meminta bantuan kepada Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Mabes Polri untuk menangkap pelaku penyebar informasi palsu. Dikabarkan sebelumnya ramai melalui BBM dan pesan pendek bahwa polisi menembak seorang pengunjuk rasa hingga tewas.

"Itu tidak benar, yang ada korban luka," katanya dalam jumpa pers di Kantor Kemenpolhukam pada Jumat, 30 Maret 2012. Djoko mengatakan berita tersebut sengaja disebar untuk memperkeruh suasana.

Menurutnya oknum tersebut hanya ingin merusak citra polisi. Ia pun menilai bahwa kabar itu sengaja diembuskan oknum tertentu untuk menggoyang stabilitas keamanan layaknya Tragedi 1998. 

"Isu seolah-olah terjadi penembakan mahasiswa dan ada yang tewas, ini sama sekali tidak benar. Saya yakin ini sengaja diedarkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang tidak ingin lingkungan kita jadi aman dan terlindungi," ujar Djoko. "Oknum penyebar ingin membentuk suasana seperti 1998,"

Menurut Djoko, kabar yang diembuskan soal tewasnya mahasiswa di tangan aparat kepolisian sangat provokatif. Karena itu, Djoko mengaku diperintah langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengklarifikasi agar tidak meluas ke seluruh Tanah Air sehingga bisa menciptakan ketidakstabilan dan ketidaknyamanan.

"Kami hindari peristiwa seperti tahun 1998 lalu. Kami tidak ingin peristiwa itu terjadi di negara kita. Kita ingin bangkit. Jangan sampai dirusak oleh fitnah-fitnah seperti ini," tandas Djoko.

Menurut Djoko dalam insiden bentrok antara pengunjuk rasa dan polisi hanya ada 5 orang pengunjuk rasa yang terluka akibat serpihan peluru karet. "Dari pihak polisi ada 10 korban termasuk Kapolsek Senen yang terluka parah," katanya. [mam/tmp]