Ratusan Naskah Kuno Masa Sunan Gunung Jati di Cirebon Terancam Musnah
Penulis :
Penyunting :
2911    0

Dokumentasi Rima

CIREBON, RIMANEWS - Ratusan naskah kuno milik Kesultanan Cirebon kondisinya rusak dan terancam musnah. Untuk menyelamatkan ratusan naskah kuno yang berasal dari masa Sunan Gunung Jati dan para penerusnya tersebut, Keraton Kasepuhan melakukan langkah-langkah penyelamatan, di antaranya dengan digitalisasi.

"Ratusan naskah kuno tersebut kondisinya memprihatinkan. Untuk menyelamatkan dan menjaga kelestarian ilmu yang terkandung di dalamnya, kami tengah mengupayakan proses digitalisasi," jelas Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat, beberapa waktu lalu.

Menurut Arief, sedikitnya 150 naskah kuno itu di Keraton Kasepuhan kondisinya hampir rusak, sehingga tidak segera dilakukan upaya pengamanan dikhawatirkan naskah-naskah bertuliskan huruf Arab pegon dan berbahasa Cirebon tersebut akan punah.

Naskah kuno itu, kata Arief, berisi berbagai macam ilmu pengetahuan seperti sejarah, baik sejarah Cirebon maupun sejarah nasional, tafsir-tafsir Alquran, pengobatan, dan lain-lain.

"Jika seluruh naskah peninggalan Kesultanan Cirebon ini bisa didigitalisasi dan diterjemahkan, bisa menjadi cara mengembangkan syiar Islam kepada masyarakat," ujarnya.

Untuk menerjemahkan dan melakukan digitalisasi naskah berusia ratusan tahun tersebut, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya menggandeng alumni Pondok Pesantren Gontor.

"Selain digitalisasi, kami berharap ada pembangunan museum yang representatif untuk menyimpan naskah kuno tersebut," kata Arief.

Selain untuk menyimpan naskah kuno, museum yang representatif juga dibutuhkan untuk menyimpan benda-benda peninggalan Sunan Gunung Jati seperti jubah, tongkat, pedang, dan kendaraan yang pernah dipakai Sunan Gunung Jati yang selama ini hanya disimpan di kamar pusaka di dalam keraton.

"Keberadaan museum tersebut selain untuk menyimpan naskah kuno dan benda-benda pusaka milik keraton, juga untuk melindungi seluruh naskah dan pusaka tersebut dari tindak pencurian," tegas Arief [mam/inilah]