Internasional

Sejak Asia Dilanda Krisis, Angka Bunuh Diri Perempuan Korea Alami Peningkatan

766
DILIHAT
/
19:00
31 MAR 2012
Penulis

SEOUL, RIMANEWS - Angka bunuh diri di Korea Selatan meningkat semejak Asia dilanda Krisis. Kini, angkanya menjadi 2,3 kali lebih tinggi ketimbang angka kematian dari kecelakaan lalu lintas.

Menurut laman Chosun-Ilbo, Sabtu, 31 Maret, pada 1990-an, dari 100 ribu orang, ada sekitar 7,3 yang berniat bunuh diri. Dari angka itu, kini terjadi peningkatan yang nyata, khususnya di antara perempuan, kaum muda, orang berpendidikan, profesional, dan mereka yang bercerai.

Jumlah perempuan yang mengakhiri hidupnya meningkat 2,8 kali dari 1.853 pada 1996 menjadi 5.237 di 2010. Jumlahnya 2,5 kali lebih banyak ketimbang pria. Angka kematiannya terjadi tiap 19,7 untuk setiap 100 ribu orang pada 2009. Tertinggi di antara negara-negara OECD. Bahkan lebih tinggi 25 kali ketimbang Yunani yang mengalami resesi hebat tahun kemarin.

Psikiater Sa Seung-eon menguraikan, pada awal 1980-an, jumlah wanita yang berniat bunuh diri hanya sepertiga dari jumlah pria Korea. Penyebab terjadinya peningkatan jumlah perempuan yang bunuh diri karena risiko depresi pada perempuan tiga kali lebih tinggi. Perempuan juga menderita stres berlebih akibat peningkatan aktivitas ekonomi yang menambah beban peran mereka dalam keluarga.

Seung-eon menuturkan banyak perempuan bunuh diri tanpa menyadari mereka menderita karena depresi. Pada 1996, angka bunuh diri paling banyak terjadi pada usia 20-30 tahun. Kini, angka tersebut bergeser pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

Yang menarik lagi adalah angka bunuh diri di antara masyarakat yang berpendidikan jauh lebih tinggi. Proporsi orang yang bunuh diri dengan tingkat pendidikan lulusan universitas meningkat dari 12,9 persen menjadi 24,4 persen. Adapun untuk status, angka bunuh diri pada kaum lajang atau menikah menurun. Tapi, dari pasangan yang bercerai, meningkat (dari 5,7 persen menjadi 12,8 persen).

Kajian Kementerian Kesehatan Korea Selatan menunjukkan lebih dari 90 persen orang yang berniat bunuh diri memiliki masalah mental. Para ahli jiwa menyebutkan sekitar 60-80 persen penderita depresi berniat bunuh diri. Penderita depresi di Korea meningkat dari 5,6 persen (2006) menjadi 6,7 persen (2011). Tetapi hanya 15,3 persen yang pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. [mam/tmp]

Terbaru
2 September 2015 | 14:51
Remaja Tewas Saat Selfie
2 September 2015 | 14:06
Ada Pantai Khusus Wanita di Chechnya
1 September 2015 | 20:38
Polisi Hungaria Blokir Imigran
Internasional
Internasional 
Foto & Video
2 September 2015 | 18:55
Persebaya Surabaya Vs Martapura FC
2 September 2015 | 18:38
Menikmati Hujan Tanpa Basah Kuyub
2 September 2015 | 17:50
Eros Djarot di Gedung KPK, Ada Apa?
Berita Terkait
Gaya Hidup 23 Agustus 2015 | 08:52
Internasional 2 September 2015 | 19:53
Internasional 2 September 2015 | 19:03
Internasional 2 September 2015 | 18:35
Internasional 2 September 2015 | 19:53
Berita Lainnya
3 September 2015 | 04:18
Acer Beli Perusahaan GPS Xplova