Gaya Hidup

Pil Kontrasepsi Bunuh Gairah Seks, Waspadalah!

1.1K
DILIHAT
/
07:18
04 APR 2012
Penulis

RIMANEWS-Sebuah riset dari Jerman menemukan, bahwa wanita yang mengasup pil kontrasepsi memiliki risiko lebih tinggi kehilangan libido mereka.

Peneliti dari University of Heidelberg menemukan hubungan antara pil kontrasepsi dan disfungsi seksual wanita (FSD), di mana mereka dapat mengalami gangguan dengan gejala seperti ketidakmampuan untuk terangsang. Metode hormonal lainnya, seperti implan pun ditemukan telah menghasilkan efek yang sama, seperti dilansir Daily Telegraph.
 
"Masalah seksual dapat memiliki dampak negatif pada kedua kualitas hidup dan kesejahteraan emosional tanpa memandang usia," kata peneliti Dr Lisa-Maria Wallwiener.

Disfungsi seksual wanita adalah gangguan yang sangat umum dengan prevalensi diperkirakan sekitar dua dari lima wanita memiliki setidaknya satu disfungsi seksual dengan keluhan yang paling umum muncul adalah membenamnya keinginan bercinta.
Dalam penelitian ini, 1.086 wanita yang sebagian besar telah aktif secara seksual dalam satu bulan terakhir diminta untuk mengisi kuesioner yang dirancang untuk mengidentifikasi masalah seksual yang mereka alami. Data tersebut kemudian oleh para peneliti dibandingkan dengan jenis kontrasepsi yang mereka gunakan.

Dari sana, para peneliti menemukan bahwa wanita yang menggunakan pil kontrasepsi paling mungkin terserang FSD, terutama bila dibandingkan dengan mereka yang menggunakan nonhormonal sebagai bentuk perlindungan, seperti kondom.
 
Diperkirakan, penurunan gairah ini disebabkan adanya hormon sintetis yang hadir dalam pil kontrasepsi tersebut. Tak hanya itu, hormon-hormon yang menghentikan ovulasi testosteron pun menjadi lebih rendah. Padahal hormon inilah yang diperlukan seorang wanita agar mereka mudah terangsang.

"Ironisnya adalah bahwa para wanita ini memberikan obat yang memungkinkan kebebasan dari kekhawatiran reproduksi tetapi wanita yang sama tidak memberikan informasi bahwa ada yang signifikan lain yang menyebabkan efek seksual buruk yang mungkin akan terjadi," kata Dr Irwin Goldstein, editor-in-chief dari Journal of Sexual Medicine, di mana penelitian itu dipublikasikan.[ach/okz]

Terbaru
13 Februari 2016 | 22:07
8 Fobia Teraneh
13 Februari 2016 | 15:43
Mario "Kahitna" Mendua karena Ini
13 Februari 2016 | 12:27
Jawaban Farah Quinn soal Agamanya
13 Februari 2016 | 09:41
Kamikatsu, Kota Tanpa Sampah di Jepang
Gaya Hidup
Kesehatan 
Foto & Video
Berita Terkait
Sepakbola 13 Februari 2016 | 14:00
Feminin 11 Februari 2016 | 20:02
Hukum 9 Februari 2016 | 13:21
Berita Lainnya