Pelaku Pembunuhan Tiga TKI Ternyata Polisi Malaysia
Penulis :
Penyunting :
1842    0

Dokumentasi Rima

KUALA LUMPUR, RIMANEWS - Teka-teki 3 TKI Indonesia yang tubuhnya diodet-odet yang diduga dijual organ tubuhnya terkuak. Ternyata mereka tewas diberondong tembakan oleh Polisi Diraja Malaysia. Jasad mereka lalu diotopsi tanpa persetujuan keluarga atau KBRI.

Ketiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia itu diduga sebagai korban perdagangan organ tubuh manusia. Mereka adalah Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Nur (28), yang berasal dari Desa Pancor Kopong, Pringgasela Selatan dan Pengadangan, Lombok Timur, NTB.

Pihak Polisi Diraja Malasia (PDRM) sudah mengakui bahwa mereka yang membunuh ketiga TKI itu karena menduga akan melakukan perampokan dan melawan saat ditangkap. Namun, mereka membantah telah menjual organ tubuh para TKI itu. PDRM berdalih, bekas luka sayatan di tubuh para korban adalah hasil otopsi di Rumah Sakit Port Dickson.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangan pers di kantornya, Senin (23/4/2012), mengatakan sudah berkoordinasi dengan PDRM dan mereka mengaku telah menembak ketiga TKI itu karena diduga akan merampok pada 25 Maret lalu.

"Mereka mengaku, saat itu ketiga TKI memakai masker, penutup kepala, sarung tangan, dan membawa parang. Ini menurut pihak kepolisian Malaysia," ujar Marty.

Ketiganya akhirnya ditembak dan diotopsi pada 26 dan 27 Maret. Namun, jelas Marty, pihaknya masih melakukan verifikasi atas kebenaran kasus itu serta mencari tahu adanya dugaan sebagai korban perdagangan organ tubuh manusia.

Wakil Dubes RI di Malaysia, Mulya Wirawan, menambahkan, jahitan di jasad korban akibat otopsi yang dilakukan tim dokter dan bukan untuk mencuri organ tubuh. "Bekas jahitan itu betul, tapi itu terkait otopsi seperti prosedur yang biasa dilakukan di kepolisian kita. Saya tidak menemukan logikanya, jika instansi resmi seperti rumah sakit dan kepolisian sengaja melakukan perdagangan organ. Itu aib besar," tegas Mulya.(yus/wartakota)