Politik

Pengamat Hukum Nilai Pemecatan Hakim Bukan Solusi Selesaikan Masalah

1.6K
DILIHAT
/
17:01
23 DES 2012
Penulis

RIMANEWS - Pengamat hukum dari Yayasan Pengkajian Hukum Indonesia (YPHI) Rusli Pandika menilai, persitiwa perselingkuhan dan pemerasan uang yang melibatkan dua hakim pengadilan negeri (PN) akan terus terulang jika tidak dilakukan perubahan struktural.

Karenanya, rekomendasi pemberhentian secara tidak hormat kepada dua hakim tersebut tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak dilakukan perubahan struktural di semua bidang.

"Tindakan Komisi Yudisial (KY) yang menindak hakim itu, sama seperti KPK menindak pelaku korupsi, tidak akan menyelesaikan masalah. Akan tetapi, harus dilakukan sambil menanti datangnya perbaikan struktural dan kultural pada kita semua," ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM, dari Jakarta, Minggu (23/12/2012).

Menurut Rusli, saat ini Indonesia tengah dilanda krisis etika dan moral yang terjadi hampir di seluruh lembaga pemerintahan. Peristiwa perselingkuhan dan pemerasan yang dilakukan hakim ini hanyalah puncak gunung es.

"Ini bukan hanya masalah kedua hakim PN tersebut, tetapi masalah umum yang sedang kita hadapi. Kerusakan etik dan moral ini tercermin antara lain dalam mental koruptif dalam berbagai bentuk dan cara. Perilaku memeras dan selingkuh pada hakim dimaksud cuma puncak gunung es," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, KY akan membawa dua hakim PN ke sidang etik Majelis Kehormatan hakim (MKH). Satu hakim akan diadili karena kasus perselingkuhan, sementara satu hakim lainnya karena meminta sejumlah uang ke pengacara.(yus/inil)

Nasional
Foto & Video
1 September 2015 | 18:47
Ruud Gullit Rayakan Ultah di Ambon
Berita Terkait
Gaya Hidup 23 Agustus 2015 | 08:52
Gaya Hidup 30 Agustus 2015 | 11:09
Budaya 27 Agustus 2015 | 08:30
Nasional 2 September 2015 | 02:31
Berita Lainnya
2 September 2015 | 03:02
Instagram Keluarkan Ikon Baru?
2 September 2015 | 02:06
Definisi Cantik Menurut Raline Shah