Internasional

Mesir dituduh tembakan roket ke Israel

1K
DILIHAT
/
13:13
19 APR 2013
Penulis

KAIRO, RIMANEWS - Pihak berwenang Mesir sedang menyelidiki tuduhan Israel mengenai penembakan roket dari Semenanjung Sinai, bagian timur Mesir, ke Elat, kota wisata Israel di Teluk Aqaba.

"Tuduhan Israel itu sedang diselidiki apakah benar ada penembakan roket dari Sinai ke Israel," demikian kantor berita Mesir, MENA, Kamis, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya.

Beberapa sumber keamanan Mesir sebelumnya membantah tuduhan Israel bahwa terdapat dua roket ditembakkan ke Israel dari Sinai pada Rabu (17/4).

"Dalam penyelidikan awal menunjukkan bahwa belum ada bukti atau ada tanda-tanda apapun terkait penembakan roket dari Sinai," kata sumber itu.

Pihak Mesir juga menyesalkan tuduhan Israel tersebut sebelum ada bukti nyata adanya penembakan roket dari Sinai.

Satu kelompok garis keras yang menamakan diri "Majelis Syura Mujahiddin" mengaku bertanggung jawab atas penembakan roket ke Israel tersebut.

Kelompok garis keras di Sinai yang menamakan diri "Mujahiddin" tersebut sejauh ini tidak diketahui wujudnya, namun oleh media massa setempat disebut sebagai gerakan bawah tanah yang kerap melancarkan serangan gerilya terhadap aparat keamanan Mesir.

Sejak masa rezim Presiden Mesir Hosni Mubarak, Israel sering menuding penembakan roket dari Sinai, namun selalu dibantah oleh pihak keamanan Mesir.

Israel mengatakan, dua roket yang ditembakkan dari Sinai itu jatuh di kawasan terbuka sehingga tidak menelan korban jiwa maupun harta benda. (12/ant)

Terbaru
27 Agustus 2015 | 14:32
Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza
27 Agustus 2015 | 11:52
Peretas Andalan ISIS Tewas di Suriah
27 Agustus 2015 | 07:23
Raja Saudi Segera Kunjungi Amerika
Internasional
Foto & Video
27 Agustus 2015 | 15:14
PDIP Siapkan Saksi Pilkada Serentak
Berita Terkait
Internasional 27 Agustus 2015 | 14:32
Internasional 26 Agustus 2015 | 14:33
Gaya Hidup 23 Agustus 2015 | 08:52
Internasional 21 Agustus 2015 | 09:44
Internasional 27 Agustus 2015 | 19:25
Berita Lainnya
28 Agustus 2015 | 02:05
Russia Batal Blokir Wikipedia