Buku
Ridwan Saidi: Lagu Melayu Memperhalus Budaya Melayu
1.4K
DILIHAT
/
06:57
29 MEI 2013
Penulis

JAKARTA - Pengamat budaya, Hamid Basyaib menjelaskan,dekade terakhir ini terjadi krisis musik dangdut di Indonesia. Komposer-komposer baru tidak hadir di dunia dangdut.

"Hampir 20 tahun terjadi kekosongan. Kalaupun muncul, dangdut sekarang lebih kepada vulgar, porno dan sebagainya. Jadi keluar dari konteks aslinya," ujar Hamid saat menjadi pembicara dalam Diskusi Musik Melayu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Selasa Malam (28/5).

Hamid mengungkapkan, spirit dramatik masyarakat Indonesia sekarang digambarkan dengan musik-musik pop, yang identik dengan tradisi cengeng, banyak mengeluh, dan banyak menggunakan kata mungkin.

"Tidak ada optimisme yang muncul Kita harus lebih serius, dan menjadikan musik sebagai jalan hidup," ungkap Hamid.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat budaya lain, Ridwan Saidi. Ia berujar, lagu melayu harus dibangkitkan lagi karena memperhalus budi.

Ridwan Saidi menambahkan musik melayu sangat bebas dari urusan politik. Namun demikian berdampak pada seluruh sektor, termasuk politik. "Hasilnya, saat itu susah cari politikus yang tolol," ungkap Ridwan.

Ridwan pun menyebutkan bahwa musik melayu tidak akan pernah mati walaupun datangnya penjajah Belanda dan Jepang. "Lagu melayu memperhalus budaya," pungkasnya.[akt/ian]

Budaya
Foto & Video
Berita Terkait
Gaya Hidup 22 Mei 2015 | 22:08
Berita Terpopuler
20 Januari 2014 | 13:10
Membentuk Pribadi Pemberani
17 Maret 2015 | 09:59
Membaca Tanda-tanda Akhir Zaman
Berita Utama
Budaya 5 Januari 2015 | 11:52
Budaya 14 Oktober 2014 | 06:00
Budaya 5 Oktober 2014 | 19:02
Budaya 24 September 2014 | 19:59
Budaya 17 September 2014 | 17:16