Nasional
Suriah Gunakan Senjata Kimia, AS akan Intervensi
845
DILIHAT
/
20:00
15 JUN 2013
Penulis

RIMANEWS-Intervensi langsung di perang Suriah yang telah berlangsung hampir dua tahun nampaknya akan dilakukan Amerika Serikat (AS). AS mempertimbangkan zona bebas terbang di Suriah.

Gedung Putih menilai, Pemerintah Suriah telah melewati garis merah karena memakai senjata kimia. Pada Kamis (13/6) lalu, Presiden AS Barack Obama memutuskan mempersenjatai militan Suriah. Mereka juga mengklaim memiliki bukti pasukan Pemerintah Suriah memakai senjata kimia untuk melawan militan.

Dua diplomat senior mengatakan, Washington mencari wilayah bebas terbang terbatas di dekat perbatasan selatan Suriah dengan Yordania.  "Washington menimbang wilayah bebas terbang untuk membantu oposisi pemerintah," ujar diplomat dikutip Reuters.

Pemberlakuan zona larangan terbang tersebut dapat menghancurkan pertahanan udara canggih buatan Rusia dan Suriah.  Hal itu sama dengan jenis kebijakan NATO yang diberlakukan untuk menggulingkan Muammar Gaddafi di Libya dua tahun lalu.

Washington mengatakan, zona larangan terbang belum dikecualikan dari kebijakan, namun belum ada keputusan mengenai hal tersebut.  "Zona larangan terbang akan berbiaya besar bagi As dan masyarakat internasional. Ini jauh lebih kompleks di Suriah daripada di Libya, " ujar Wakil Penasehat Keamanan Nasional, Ben Rhodes.

Prancis mengatakan, zona larangan terbang akan mustahil tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB. Namun, Washington diam-diam mengambil lang-langkah yang akan membuat hal itu lebih mudah. Washington memindahkan rudal, pesawat tempur, dan lebih dari 4.000 tentara ke Yordania sebagai bagian dari latihan tahunan.[ach/rol]

Foto & Video
Berita Terkait
Internasional 5 Mei 2015 | 14:24
Internasional 4 Mei 2015 | 16:52
Internasional 4 Mei 2015 | 16:23
Berita Terpopuler
30 April 2015 | 08:40
Kondom Berserakan di Puncak Bromo
Berita Utama
Nasional 23 April 2015 | 12:48
Nasional 15 Maret 2015 | 14:00
Nasional 14 Maret 2015 | 23:29
Nasional 23 Februari 2015 | 14:17
Nasional 11 Februari 2015 | 16:02
Nasional 29 Januari 2015 | 11:25