Nasional
Jusuf Kalla Sering Ketemu Megawati, Ada apa? Berbagai Kritik pun Dilontarkan
1.2K
DILIHAT
/
22:04
06 SEP 2013
Penulis

Mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, yang digadang-gadang untuk berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), tak mau terburu-buru menanggapi.

"Nantilah.. waktunya masih panjang. Semuanya tergantung waktu. Karena ada banyak hal yang menentukan," kata Jusuf Kalla di Kupang.

Berbagai kalangan menilai, kalau JK berduet dengan Jokowi, maka gerbong KKN bisa naik lagi, karena selama JK menjadi cawapres SBY, bisnisnya makin menggurita dan akan terulang lagi jika JK jadi wapresnya Jokowi atau Megawati sendiri.''Itu sudah jadi pengetahuan banyak orang,'' ujar politisi PKS yang pernah aktif di DPR yang enggan disebut namanya. Jika  JK maju lagi dan berduet dengan Jokowi atau Megawati, maka hasilnya sama saja ketika JK duet dengan SBY, kata politisi PKS itu lagi..

''Ketika SBY-JK berkuasa,  banyak orang bilang bisnis kelompok JK sangat kental bau kekuasaan dan melonjak dan menggurita, cuma pers dan media gak mau ungkap saja karena entah apa, tahu sendirilah ,'' kata mantan anggota DPR Fraksi PAN Hatta Taliwang.,

Jokowi-JK didesak untuk ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meski Jokowi belum resmi menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan, dukungan untuk Jokowi menjadi capres terus mengalir.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, mengatakan partainya sampai saat ini belum membahas wacana calon presiden dan calon wakil presiden, meski banyak pendukung partai berlambang banteng meminta agar partai itu segera menetapkan capres dan cawapres.

"Belum, kami belum tahu. Belum ada waktu untuk membahas hal tersebut. Lagipula sebagai pengurus partai di daerah, (kami) pasti diberi tahu jika akan membahas masalah tersebut," katanya.

Dia juga membantah kedatangan Jusuf Kalla ke NTT untuk mencari dukungan dari PDIP untuk pencapresan nanti. "JK datang tidak untuk itu, tapi menghadiri Kongres Nasional IAKMI," katanya.

Menurut dia, PDI Perjuangan punya mekanisme sendiri dalam menjaring dan menetapkan capres dan cawapres yang akan maju pada Pilpres 2014 mendatang. "Biasanya, diserahkan sepenuhnya kepada aturan dan mekanisme partai," katanya. (*/tmpo)

Terbaru
29 Januari 2015 | 05:05
Edarkan Sabu, Penjual Es dibekuk
Foto & Video
29 Januari 2015 | 06:03
Potensi Maritim Indonesia
28 Januari 2015 | 23:36
Dunia Binatang, Lemur
28 Januari 2015 | 22:05
Fashion Show Paris
28 Januari 2015 | 21:33
Pelajar Bahagia Tanpa UN
Berita Terkait
Olahraga 28 Januari 2015 | 05:05
Nasional 27 Januari 2015 | 15:58
Gaya Hidup 19 Januari 2015 | 20:10
Berita Terpopuler
27 Oktober 2014 | 09:45
Soimah Tewas Terbakar
Berita Utama
Nasional 25 Januari 2015 | 19:30
Nasional 23 Januari 2015 | 13:03
Nasional 23 Januari 2015 | 10:24
Nasional 22 Januari 2015 | 14:53
Nasional 21 Januari 2015 | 16:52
Nasional 21 Januari 2015 | 14:53