Nasional
Disebut Gratifikasi oleh KPK, Pemerintah Lagi Susun Besaran Biaya Nikah
791
DILIHAT
/
09:05
04 JAN 2014
Penulis

JAKARTA - Pemerintah melalu Kementerian Agama tengah mencari penyelesaian masalah biaya nikah melalui Peraturan Pemerintah (PP). Tujuan PP ini disebutkan untuk mencari jalan tengah pasca amplop untuk penghulu disebut gratifikasi oleh KPK.

"Yang penting masyarakat tidak resah dan penghulu juga tidak resah," kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta Jumat (3/1/2014) malam.

Menurut Nasaruddin, besaran biaya nikah telah ditetapkan dalan draft PP yang tengah disusun. Baginya, yang paling utama adalah keuntungan untuk semuanya.

"Besarannya sudah ada, tapi yang utama win-win solution," ujar Nasaruddin.

Tarif akad nikah ini juga nantinya akan dirapatkan atau dibahas lagi dalam rapat harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM dan instansi terkait. Alternatif tarif tersebut antara lain Rp 0,- bagi orang miskin, Rp 50 ribu bila nikah di kantor, dan di luar kantor Rp 400 ribu serta ada usulan tambahan Rp 1 juta bagi yang acara pesta nikahnya di gedung.[ian/dtk]

Terbaru
30 Januari 2015 | 14:17
Jokowi Tak Boleh Terlalu Lama Galau
30 Januari 2015 | 13:59
Budi Ngadu ke DPR
30 Januari 2015 | 12:59
4 Rintangan Jokowi
Foto & Video
30 Januari 2015 | 17:36
Demo Tolak Reklamasi Teluk Benoa
30 Januari 2015 | 14:37
Waspadalah! Demam Berdarah Mewabah
30 Januari 2015 | 13:00
Menlu AS Kisingger "Ditahan"
Berita Terkait
Nasional 23 Januari 2015 | 05:30
Nasional 23 Januari 2015 | 00:30
Nasional 22 Januari 2015 | 22:08
Berita Terpopuler
27 Oktober 2014 | 09:45
Soimah Tewas Terbakar
Berita Utama
Nasional 29 Januari 2015 | 11:25
Nasional 25 Januari 2015 | 19:30
Nasional 23 Januari 2015 | 13:03
Nasional 23 Januari 2015 | 10:24
Nasional 22 Januari 2015 | 14:53
Nasional 21 Januari 2015 | 16:52