Nasional
Disebut Gratifikasi oleh KPK, Pemerintah Lagi Susun Besaran Biaya Nikah
826
DILIHAT
/
09:05
04 JAN 2014
Penulis

JAKARTA - Pemerintah melalu Kementerian Agama tengah mencari penyelesaian masalah biaya nikah melalui Peraturan Pemerintah (PP). Tujuan PP ini disebutkan untuk mencari jalan tengah pasca amplop untuk penghulu disebut gratifikasi oleh KPK.

"Yang penting masyarakat tidak resah dan penghulu juga tidak resah," kata Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta Jumat (3/1/2014) malam.

Menurut Nasaruddin, besaran biaya nikah telah ditetapkan dalan draft PP yang tengah disusun. Baginya, yang paling utama adalah keuntungan untuk semuanya.

"Besarannya sudah ada, tapi yang utama win-win solution," ujar Nasaruddin.

Tarif akad nikah ini juga nantinya akan dirapatkan atau dibahas lagi dalam rapat harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM dan instansi terkait. Alternatif tarif tersebut antara lain Rp 0,- bagi orang miskin, Rp 50 ribu bila nikah di kantor, dan di luar kantor Rp 400 ribu serta ada usulan tambahan Rp 1 juta bagi yang acara pesta nikahnya di gedung.[ian/dtk]

Foto & Video
Berita Terkait
Nasional 2 Maret 2015 | 22:50
Nasional 24 Februari 2015 | 22:13
Nasional 9 Februari 2015 | 23:33
Berita Terpopuler
2 Maret 2015 | 18:27
Begal Motor Setingan Polisi?
Berita Utama
Nasional 23 Februari 2015 | 14:17
Nasional 11 Februari 2015 | 16:02
Nasional 29 Januari 2015 | 11:25
Nasional 25 Januari 2015 | 19:30
Nasional 23 Januari 2015 | 13:03
Nasional 23 Januari 2015 | 10:24