Buku

Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Agama

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:09
30 MEI 2014
Penulis

David Stuart adalah anak angkat Pastur Rushel. Ia mewarisi ketaatan katolik dari ayah angkatnya. Tapi suatu hari, sekolahnya kedatangan seorang siswi baru dari Dubai. Gadis berkerudung yang—disebut teroris oleh teman-teman sekelas David—kecantikannya memukau David dalam pertemuan pertama. Gadis itu bernama Maryam. Puteri duta besar Uni Emirat Arab untuk Amerika Serikat.

Seperti halnya David pada imannya, Maryam pun sangat teguh memegang keislamannya. Ia berjalan sambil menundukkan pandangan, dan membaca Al Qur’an di dalam kelas. David yang semula khawatir karena kelasnya menerima siswi muslim, akhirnya melunak oleh wajah penuh tawadhu milik Maryam. Bahkan lebih dari itu, David menjatuhkan cintanya untuk pertama kali pada gadis muslim itu. Sementara itu, Maryam yang belum pernah menerima pernyataan cinta dari pemuda mana pun, merasakan getaran aneh terhadap David. Meski telah dengan susah payah menekan perasaannya, Maryam tak kuasa menolak pesona cinta yang datang padanya. Ia jatuh hati pada pemuda Amerika yang berbeda keyakinan dengannya itu.

David dan Maryam menjalani indahnya hari-hari mereka dalam romantika yang aneh. David tidak pernah membayangkan, sebuah hubungan kasih yang tanpa sentuhan. Tak ada berpegangan tangan, apalagi pelukan. David bahkan tidak berani memikirkan kata ‘ciuman’, setelah Maryam mengisahkan hukuman bagi pasangan yang belum menikah yang tertangkap basah sedang bermesraan di negaranya. Meski demikian, keduanya tetap merasakan hangatnya bahagia karena cinta pertama. Cinta yang begitu muda namun menguat sedemikian cepat, dan sukar dikendalikan. Sayangnya, kebahagiaan itu hanya berlangsung tak berapa lama. Ayah Maryam dengan segera mengetahui hubungan puterinya dengan David. Ishak berang bukan kepalang. Dia pun mengatur perjodohan Maryam dengan Khaled, pemuda Dubai yang shalih dan seorang hafidz Alquran.

Rushel pun meminta David untuk melupakan Maryam. Menurutnya, keyakinan David dan Maryam adalah hal yang berbahaya dan mustahil disatukan. Namun, cinta memang hal teraneh di dunia. Semakin dihalangi, semakin ia meraja. Maka dimulailah perjuangan cinta David dan Maryam menentang perbedaan.

Tuhan, di mana keadilan-Mu? Kenapa si Amerika ini harus jatuh cinta pada gadis berkerudung itu? sebegitu berbedanyakah kami? Lalu kenapa Kau ciptakan Amerika dan Arab, Islam dan Katolik? Apakah agar kami bermusuhan? Tidak bisakah ini dibuat sederhana? Tidak bisakah Kau menyatukan kami dengan cinta? Tidak bisakah? [David: 82]

Demikian sekelumit kutipan yang menyentuh hati dari Tell Your Father, I Am Moslem.

Buku ini tampil dengan tema yang cukup berani, ketika cerita bergenre religi tidak lagi sepopuler di tahun kemunculan Ayat-Ayat Cinta. Meski demikian, teenligi atau teenlit religi yang popular sejak booming kemunculan Ayat-Ayat Cinta,belum pernah mengangkat tema cinta seperti yang dikisahkan dalam Tell Your Father, I Am Moslem. TYFIAM mengisahkan cinta yang begitu mendalam dan kuat, yang memengaruhi dua tokoh utama buku tersebut.

Mengetengahkan perbedaan agama yang selalu menjadi topik yang riskan dan rawan perdebatan, TYFIAM mempertemukan kita dengan titik singgung dua kepercayaan yang berbeda ini. Namun, lewat pengisahan yang ringan dan tidak membuat kening berkerut. Pada beberapa titik, pembaca akan berhenti, dan merenungi titik temu dua kepercayaan yang sama-sama menempatkan cinta kepada Tuhan di atas segalanya ini.

Di samping kisah cinta David-Maryam, TYFIAM juga dibumbui drama keluarga dan. Buku ini akan mengingatkan kita pada bagaimana mental remaja sangat dipengaruhi oleh pola asuh dari kedua orangtua mereka. Hubungan Maryam dengan ayahnya dan David dengan ayah angkatnya akan membelajarkan banyak sekali hal bagi para orangtua.

Dikisahkan lewat penuturan yang lembut dan bernada puitis, TYFIAM hadir dengan kehangatan yang pasti akan digemari remaja yang menyukai fiksi remaja relijius. Pada ahkirnya, TYFIAM mengajarkan kita tentang betapa kecintaan kepada Tuhan adalah kecintaan tertinggi. Sehingga ketika kita menempatkannya di atas segalanya, maka cinta-cinta yang lain akan mendatangi kita dengan tak terduga, dan cara yang indah.

Saya merekomendasikan novel teenligi ini kepada para remaja yang sedang jatuh cinta atau mengalami kebingungan dalam mendefinisikan cinta yang baru bertumbuh. Selamat jatuh cinta.

______________________________________

 Judul buku: Tell Your Father, I Am Moslem

Jumlah halaman: ix + 259 halaman

Penulis: Hengki Kumayandi

Editor : Manshur El-Mubarok

Tahun terbit: Februari 2014

Penerbit: WahyuQolbu (Wahyumedia)

ISBN: 9797958124 (ISBN13: 9789797958121)

Peresensi: NM. Rayanti Sari Dewi, Alumni Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara

KATA KUNCI : , , , , , , , ,
Terbaru
Buku