readup

10 destinasi yang wajib dikunjungi di Asia, Raja Ampat salah satunya

REPORTED BY: Abdullatif Assalam

10 destinasi yang wajib dikunjungi di Asia, Raja Ampat salah satunya Gunung pelangi di Gansu, Cina.

Belum lama ini, para "tukang jalan-jalan" di Lonely Planet, penerbit buku panduan jalan-jalan terbesar dunia milik miliuner Amerika Serikat Brad Kelley, mengungkapkan 10 lokasi wisata favorit mereka di Asia yang wajib dikunjungi tahun ini.

Dua lokasi di Cina dan Jepang masuk dalam daftar mereka. India, Sri Lanka, Singapura, Kazakhstan dan Malaysia masing-masing menempatkan satu wakilnya dalam daftar yang dimuat majalah "Lonely Planet" (edisi UK) Agustus 2017, begitu juga dengan Indonesia. Berikut daftarnya.

1. Gansu, Cina

Salah satu lokasi wisata paling terkenal dan paling indah di dunia berada di provinsi Gansu, Cina. Tepatnya di Zhangye National Geopark, berdiri gunung-gunung yang menyilaukan mata karena puncaknya memiliki warna beragam menyerupai sebuah pelangi. Siapapun yang mengunjungi Zhangye tak akan mau melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan gunung-gunung indah tersebut dan mengunggahnya ke Instagram.

Selain gunung pelangi, Gansu memiliki makanan khas yang layak dicoba salah satunya mie buatan tangan di Lanzhou.

Untuk mencapai Gansu, tidaklah sulit karena kota tersebut sudah terhubung dengan jaringan kereta cepat. Tahun ini, pemerintah setempat juga meresmikan jalan raya yang diharapkan dapat mengurai kemacetan di ibu kota provinsi, Lanzhou.

Nilai tambah bagi para pelancong yang berniat mengunjungi Gansu tahun ini, daerah tersebut belum banyak dikunjungi wisatawan sehingga Anda tidak perlu berdesakkan seperti di Tembok Besar Cina, utamanya saat musim liburan.

2. Tokyo selatan, Jepang

Dua kota di selatan Tokyo, Jepang, yakni Yokohama dan Kamakura sangat layak dikunjungi para wisatawan. Yokoham, kota metropolis kedua Jepang, hanya berjarak 20 menit dari pusat kota. Makanan lezat, gaya arsitektur eklektik, dan lokasinya yang berada di tepi teluk menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis. Apalagi mulai 4 Agustus hingga 5 November 2017 mendatang, digelar festival seni kontemporer kreatif, Yokohoma Triennale.

Dari Yokohama, wisatawan bisa bergeser sedikit ke selatan menuju Kamakura, ibu kota feodal pertama Jepang, untuk berjalan-jalan di antara kuil yang terletak di wilayah perbukitan. Berjarak kurang dari satu jam dari Tokyo, kota yang terletak di tepi pantai ini tidak hanya menawarkan pengalaman berselancar, tapi juga berbagai pilihan kafe dan restoran untuk bersantai.

3. Kerala Utara, India

Beberapa orang berpikir ribuan kali sebelum mengunjungi India. Bukan karena tidak menarik, tapi lebih kepada reputasinya sebagai negara berbahaya, apalagi dalam beberapa tahun belakangan banyak berita soal pemerkosaan, turis termasuk menjadi korban.

Namun, segala macam ancaman bahaya yang sempat terlintas sebelum mengunjungi India dapat menguap begitu saja ketika menikmati pesona keindahan pantai di Kerala Utara. Toh, pada akhirnya, segala ancaman terhadap keselamatan diri dan harta benda saat mengunjungi India bisa dicegah dengan berbagai cara, salah satunya tetap waspada.

Tahun ini, India meresmikan bandar udara bertaraf internasional di Kannur, yang terbesar di Kerala, sehingga memudahkan para pelancong yang ingin mengunjungi negara bagian tersebut. Pantai di sekitar Kannur, Thottada, dan Bekal masih murni. Di timur Kerala, wisatawan dapat mengunjungi Wayanad, suaka margasatwa yang menjadi surga bagi gajah liar.

4. Keong Saik Road, Singapura

Di kawasan bekas lokalisasi prostitusi yang dikelilingi bangunan kolonial ini, para pelancong dapat menemukan tempat makan paling terkenal di Singapura. Jalan di sekitar Keong Saik Road seperti Neil Road dan Tek Lim Road memiliki keunikan yang khas sehingga menjadikan wilayah kantung ini salah satu tempat yang wajib dikunjungi turis.

5. Astana, Kazakhstan

Ketika terbang di atas wilayah Kazakhstan terlihat padang rumput yang sangat luas seakan tanpa ujung. Namun, sebuah kota yang berkilauan tiba-tiba muncul di ujung mata, itulah Astana. Dengan piramida kaca dan gedung pencakar langit berwarna emas serta Royal Marquee, tenda transparan terbesar dunia, Astana merupakan bagian dari visi futuristik Presiden Nursultan Nazarbayev.

Menambah daya tarik, dari pertengahan Juni hingga September 2017, Astana menjadi tuan rumah World Expo energi berkelanjutan. Dan pada 2017, warga dari 45 negara bisa mengunjungi Kazakhstan tanpa visa hingga maksimal 30 hari. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk di dalam daftar tersebut.

6. Takayama, Jepang

Sejak abad ke-17, Takayama tidak banyak berubah. Setiap pagi, para deshi membersihkan bebatuan dan membuka pintu agar cahaya memenuhi kuil. Sementara para perajin dan pedagang menyapa pelanggan di asa-ichi (pasar pagi), anak-anak sekolah berkeliaran di jembatan kuno di atas sungai Miyagawa. Takayama Matsuri, salah satu festival tertua di Jepang yang digelar pada musim semi dan gugur, membuat kunjungan wisatawan ke kota tersebut semakin berwarna.

7. Xi’an, Cina

Statusnya sebagai bekas kota termasyhur di era dinasti Tang dan titik awal Jalan Sutra di wilayah timur, menjadikan keberagaman sebagai warisan tertinggi di Xi’an. Di kota tersebut terdapat Muslim Quarter yang cukup ramai, Gunung Hua yang penuh mitos, makam kekaisaran yang menghiasi dataran di sekitarnya, dan koleksi pagoda terbaik dinasti Tang. Lalu, ada Terracotta Army yang merayakan ulang tahun ke-30 sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

8. Hill Country, Sri Lanka

Kota Kandy merupakan salah satu daerah yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Hill Country, Sri Lanka. Lokasinya yang berada di tepi danau serta kebun rayanya membuat Kandy menjadi lokasi yang menyenangkan untuk dijelajahi. Bukit kehijauan yang diselimuti perkebunan teh memanjakan mata setiap wisatawan. Kunjungilah Museum Teh Ceylon untuk mempelajari cara Sri Lanka menjadi teh sebagai komoditas ekspor utama mereka.

Selain Kandy, ada Nuwara Eliya, yang pernah menjadi pusat Kerajaan Inggris dan kota kecil Ella yang cocok bagi wisatawan pecinta hiking.

9. Melaka City, Malaysia

Status sebagai Situs Warisan Dunia yang diberikan UNESCO kepada Melaka pada 2008 menempatkan daerah ini di peta wisata Asia Tenggara. Sejak saat itu, sejumlah bangunan tua dibenahi dan berkembang menjadi hote, restoran, dan galeri.

Kini, pemerintah setempat mulai fokus membenahi Sungai Melaka. Menaiki perahu di jalur air yang berkelok-kelok sangat populer. Di masa depan, taksi air akan segera menghubungkan terminal Melaka Sentral dengan pusat kota.

10. Raja Ampat, Indonesia

Last but not least, Raja Ampat di Papua Barat. Meski belum lama terumbu karang seluas 18.882 meter persegi dirusak oleh kapal pesiar MV Caledonian, Raja Ampat tetap menjadi salah satu destinasi bawah laut utama, bukan hanya di Asia, tapi juga dunia.

Wilayah kepulauan paling eksotis di Indonesia ini masih menjadi surga bawah laut dengan koleksi terumbu karang terkaya dan paling beragam di bumi. Lebih dari 200 lokasi penyelaman di Raja Ampat masih murni. Dilengkapi dengan pantai berpasir putih dengan hutan rimbun di pulau berbentuk jamur, Raja Ampat memang layak untuk disebut sebagai raja.

Pesona SBY-Megawati redam doa nyinyir Tifatul
2050, hampir separuh penduduk bumi menderita miopia
Rizieq bakal kabur lagi?
Ungkit gaji wartawan seuprit, Prabowo sentil Hary Tanoe?
Karakteristik anak dalam memenuhi kebutuhan keluarga berdasarkan urutan lahir
Fetching news ...