Readup

Mampukah Cina jadi negara superpower?

REPORTED BY: Abdullatif Assalam

Mampukah Cina jadi negara superpower? Negara superpower adalah "negara yang memiliki kapasitas untuk mendominasi kekuasaan dan pengaruh di seluruh dunia," Alice Lyman Miller.

Sebagian orang percaya Cina memenuhi kriteria yang diperlukan untuk menjadi negara adidaya, menandingi dominasi Amerika Serikat.

Secara demografi, Cina memiliki populasi terbanyak di dunia dengan 1,04 miliar jiwa, jauh di atas AS yang hanya ditinggali 324 juta orang. Dari sisi luas wilayah, Cina hanya tertinggal sedikit di bawah AS dengan 9.596.960 kilometer persegi. Luas AS adalah 9.826.675 km persegi.

Cina juga memiliki angka Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua dunia sebesar US$11,22 triliun, lagi-lagi di bawah AS yang memiliki PDB US$18,57 triliun. Selain itu, jumlah tentara aktif Cina merupakan yang terbesar di dunia dengan 2,33 juta pasukan, hampir 1 juta lebih banyak dibandingkan AS. Namun dari segi peralatan perang, khususnya jet tempur, Cina masih tertinggal dari AS dan Rusia.

Namun, ahli geopolitik dan strategi dalam urusan internasional AS menganggap semua itu belum cukup untuk menempatkan Cina sebagai pemimpin dunia. Cina dinilai tidak memiliki syarat paling penting untuk menjadi negara adikuasa, yaitu ambisi politik.

Rusia, contohnya, memiliki ambisi politik yakni menyebarkan paham komunis ke seluruh dunia saat menjadi negara adikuasa. Begitupun dengan AS. Mereka memaksa semua negara menganut sistem demokrasi, dan meminta mereka memerangi komunis.

George Friedman dalam “The Next 100 Years: A Forecast for the 21st Century” mengatakan, secara historis, Cina bukan negara agresif seperti Rusia dan AS. Cina hanya sesekali saja “bergaul” dengan dunia luar.

Meskipun demikian, Friedman mengakui bahwa setiap kali berbicara soal masa depan, Cina harus tetap diperhitungkan karena hampir seperempat penduduk dunia tinggal di negara tersebut. Telah banyak pembahasan tentang kemungkinan Cina menjadi negara adikuasa, tapi hal itu lebih karena pertumbuhan ekonominya yang luar biasa dalam 30 tahun sejak 1978, bukan ambisi politik.

“(Ekonomi) memang kekuatan yang signifikan,” kata Friedman. “Tapi, pertumbuhan selama 30 tahun bukan berarti hal itu tidak akan berakhir. Artinya, kemungkinan ekonomi Cina terus tumbuh semakin berkurang. Dan dalam kasus Cina, pertumbuhan ekonomi yang lambat bisa menimbulkan masalah sosial dan politik yang substansial.

"Saya tidak sepakat dengan anggapan bahwa Cina akan menjadi kekuatan utama dunia," tegasnya.

Apalagi, ekonomi Cina sangat bergantung pada dunia Barat. Menurut Friedman, Cina bukan negara kaya melainkan”negara dunia ketiga yang sangat miskin”. Oleh karena itu, Cina akan berada dalam masalah besar jika perekonomian negara-negara Barat, khususnya AS yang menjadi salah satu tujuan utama ekspor mereka, melambat.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi di AS berarti peningkatan angka pengangguran di Cina.

Friedman sangat yakin, hingga 2100 mendatang tak akan ada negara yang mampu menggeser AS dari pucuk kepemimpinan dunia.

“Amerika Serikat akan tetap menjadi kekuatan yang dominan dalam seabad ke depan karena kekuatan ekonomi dan militernya,” kata Friedman.

Strategi jitu penjualan hewan kurban jelang Idul Adha
DPR batalkan pembangunan apartemen, gedung miring?
Utang luar negeri makin mengkhawatirkan
Ekonomi Indonesia bergantung pada Cina, berbahaya!
Bu Susi belum maksimal jalankan amanat UU Perlindungan Nelayan
Fetching news ...