Readup

Marco Polo hubungkan Asia dan Eropa

REPORTED BY: Joko Santo

Marco Polo hubungkan Asia dan Eropa Penggambaran dari Marco Polo dan Niccolo Polo berlutut di hadapan Kublai Khan.

Tahun 1271 pada saat umur 17 tahun, Marco Polo (1254-1324) melakukan penjelajahan yang membuat dirinya menjadi legenda. Dia meninggalkan Venice, Italia dengan ayahnya, Niccolo, beserta sang paman, Maffeo, yang sebelumnya telah menjelajah timur jauh.

Setelah 4 tahun dan menempuh jarak sejauh 7,500 mil, ketiganya berlabuh di Shang-du, istana musim panas milik penguasa Mongol, Kublai Khan, sang cucu dari Genghis Khan tersebut yang menjadi penguasa pada tahun 1260 di Mongolia.

Saat Marco Polo datang di Shang-du, sang kaisar menerima dengan senang hati dan menganggap dirinya sebagai teman. Dirinya menghabiskan waktu selama 7 tahun di istana musim panas serta beberapa kali dirinya ditugaskan untuk misi diplomatik disana.

Marco Polo kembali ke Venice, Italia setelah 24 tahun kemudian dan dirinya hampir tidak dapat dikenali karena penampilan serta pakaian yang compang-camping, tak hanya itu dirinya bersikap aneh tidak seperti orang Venice pada umumnya.

Namun tetap saja, penampilan dan pakaian yang bikin bingung seantero penduduk disana malah semakin membuat mereka penasaran dengan cerita penjelajahan Marco Polo di Sheng-Du, seperti dalam bukunya yang berjudul 'The Description of The World'  diterbitkan pada tahun 1300, 5 tahun setelah kembali dari penjelajahan.

Banyak cerita fantastis (beberapa terlalu di lebih-lebihkan) dan sudah di terjemahkan ke beberapa bahasa negara eropa lainnya, membuat pembaca merasakan pengalaman yang eksotis dari penjelajahan itu. Praktik seperti menggunakan batu-bara untuk dijadikan sebagai bahan bakar adalah salah satu hasil penjelajahan dirinya yang kemudian seluruh negara di eropa mulai menggunakan metode yang sama.

Sebuah alat pembayaran yang di bawa oleh Marco Polo dari Sheng-Du, yang kemudian menyebar ke seluruh negara di Eropa.

Hal signifikan lainnya adalah seperti penggunaan uang kertas untuk pembayaran seperti apa yang dilakukan oleh penduduk di wilayah kekaisaran Mongolia, saat itu uang kertas menggunakan bahan dari daun atau kulit buah mulberry, yang setelah itu seluruh negara di eropa mulai memakainya. 

Kunjungan Anwar ke Indoneisa usai sepekan keluar dari penjara
Ketika fakultas hukum UGM memiliki organisasi alumni
Menshalatkan jenazah teroris
Peluang Demokrat merapat ke kubu Gerindra
Sektor pertambangan hanya di urutan tiga besar penyetor pajak
Fetching news ...