Readup

Ketika Bung Karno tidak puasa

REPORTED BY: Joko Santo

Ketika Bung Karno tidak puasa "Pating greges," ujar Bung karno.

Tak banyak yang tahu, ketika membacakan teks proklamasi yang besejarah itu ada hal yang menarik untuk diketahui.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pada bulan Ramadhan bagi umat muslim di Indonesia saat itu, Bung Karno sedang mengalami sakit yang cukup serius.

Pagi itu jalanan sangat lengang. Pekik "sahur...sahur!" sayup terdengar. Para pendiri bangsa pun bersantap sahur untuk Ramadhan hari ke-9 1364 Hijriah, cuma ada nasi goreng, telur, dan ikan sarden.

Meski sebelumnya sempat bersantap sahur bersama Bung Hatta di rumah Laksamana Maeda, namun pada 9 Ramadan 1364 H itu, dokter melarang Soekarno berpuasa. Bung Besar mesti meminum obat, jika memang cita-cita kemerdekaan benar-benar ingin tercapai.

"Pating greges," ujar Bung karno.

Dua jam sebelum teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan, ia masih terbaring lunglai di kamarnya.

Pemimpin Besar Revolusi itu sebenarnya sudah disarankan dokter agar memperbanyak istirahat. Sukarno terserang gejala malaria tertiana.

Marwati Djoened mengutip ucapan Soekarno yang menyebut bahwa pembacaan proklamasi kemerdekaan sebagai peristiwa 'maha penting'. Sebab itulah, ia tetap memilih untuk hadir dan berdiri di hadapan rakyat dan tidak memedulikan kondisi tubuhnya yang masih terbilang lemah. 

"Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan Tanah Air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya," ucap Presiden Soekarno, seperti yang ditulis Marwati. 

Dokter menuruti Soekarno. Pada Jumat pagi, 17 Agustus 1945 itu, ia disuntik cairan chinineurethanintramusculair dan meminum pil brom chinine, dan kembali tertidur. Baru pada pukul 09.00 WIB, Bung Karno terbangun. Dengan berpakaian rapi putih-putih, ia pun menyambut kedatangan Bung Hatta.

Tepat pukul 10.00 WIB, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan massa.

Berebut magnet Yenny Wahid
Bamsoet harap Yenny Wahid dukung Jokowi
Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Fetching news ...