Readup

Mengenang hari ibu

REPORTED BY: Joko Santo

Mengenang  hari  ibu Dok. Foto Dr. Aswin Rose Yusuf

PENDAHULUAN

 

Seorang ibu yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SANGATLAH PATUT DIKENANG JASA PENGORBANANNYA.

 

Tanpa seorang ibu TIDAK AKAN BERKEMBANG MANUSIA YANG BANYAK INI.

 

Seorang ibu-lah yang MAMPU MENAMPUNG RUH; yang ditiupkan Allah dalam kandungan pada saat kandungannya berusia empat bulan sepuluh hari.

 

Seorang anak sewajarnyalah SANGAT BERBAKTI KEPADA KEDUA IBU-BAPAK; terutama kepada IBU.

 

Karena itu seorang ibu/per-empu-an sepatutnya-lah MENJAGA KEHORMATAN DIRINYA; memelihara dirinya serta menjauhkan dirinya dari perbuatan yang sia-sia.

 

Mengenang KEMBALI riwayat Siti Hawa DILAHIRKAN DI SURGA; Nabi Adam di Bumi.

 

Sebenarnya secara hakekat;Ibu/PER-empu-AN itu adalah AHLI SURGA.

 

Oleh sebab itu seorang ibu/per-empu-an yang beriman kepada Allah dan RasulNya akan memperoleh imbalan kecantikannya 99% dari kecantikan yang telah dimiliki saat ini.

 

 

MENJAGA KEHORMATAN PEREMPUAN SESUAI PERINGATAN TUHAN:

 

وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

 

Artinya: "JANGANLAH KAMU NIKAHI PEREMPUAN MUSYRIK SEBELUM MEREKA BERIMAN. Dan sesungguhnya hamba sahaya perempuan YANG MUKMIN, LEBIH BAIK daripada perempuan musyrik, WALAUPUN MENAKJUBKANMU. Dan JANGANLAH KAMU MENIKAHI LAKI-LAKI MUSYRIK, SEBELUM MEREKA BERIMAN. Dan sesungguhnya hamba sahaya YANG MUKMIN, LEBIH BAIK daripada laki-laki musyrik. MEREKA MENGAJAK KE NERAKA, SEDANG ALLAH MENGAJAK KE SURGA DAN AMPUNAN DENGAN IZINNYA. Dan Allah menjelaskan Ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka MENGAMBIL PELAJARAN." (QS.2:221)

 

الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

 

Artinya: "LAKI-LAKI YANG BERZINA TIDAK NIKAH MELAINKAN DENGAN PEREMPUAN YANG BERZINA atau PEREMPUAN MUSYRIK; Dan PEREMPUAN YANG BERZINA TIDAK NIKAH MELAINKAN DENGAN LAKI-LAKI YANG BERZINA atau laki-laki MUSYRIK. Dan diharamkan demikian bagi orang-orang mukmin." (QS.24:3)

 

 

 

Surat 24 An Nur ayat 31 dan 33:

 

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

 

Artinya:

 

Katakanlah kepada mukmin PEREMPUAN, hendaklah MENUNDUKKAN PANDANGAN MEREKA DAN MEJAGA KEHORMATAN MEREKA. Dan JANGANLAH MENAMPAKKAN PERHIASAN MEREKA KECUALI YSNG KELIHATAN DARIPADANYA.

 

HENDAKLAH MEREKA MENUTUPI DADA DENGAN KERUDUNGNYA.

 

Dan JANGANLAH MEREKA MENAMPAKKAN PERHIASANNYA KECUALI KEPADA SUAMI MEREKA, atau AYAH mereka, atau AYAH SUAMI mereka, atau ANAK-ANAK LAKI-LAKI mereka, atau ANAK-ANAK LAKI-LAKI SUAMI mereka, atau SAUDARA-SAUDARA LAKI-LAKI mereka, atau anak-anak laki-laki saudara laki-laki mereka, atau anak anak laki-laki saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan Islam, hamba sahaya yang mereka miliki, pembantu laki-laki yang tidak mempunyai keinginan, anak-anak yang belum mengerti melihat aurat perempuan. Dan JANGANLAH MENGHENTAKKAN KAKINYA SUPAYA DIKETAHUI PERHIASANNYA YANG TERSEMBUNYI.

 

Dan TAUBATLAH KAMU SEKALIAN KEPADA ALLAH hai Orang-orang yang beriman supaya memperoleh keberuntungan.

 

(QS.24:31)

 

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَالَّذِينَ يَبْتَغُونَ الْكِتَابَ مِمَّا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوهُمْ إِنْ عَلِمْتُمْ فِيهِمْ خَيْرًا وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ وَلا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَنْ يُكْرِهُّنَّ فَإِنَّ اللَّهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Artinya:

 

Dan ORANG-ORANG YANG TIDAK MAMPU KAWIN, HENDAKLAH MENJAGA KESUCIAN DIRINYA, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah, yang dikaruniakan-Nya kepadamu.

 

Dan JANGANLAH KAMU PAKSA BUDAK WANITAMU UNTUK SENDIRI PELACURAN, sedang MEREKA sendiri MENGINGINKAN KESUCIAN, KARENA KAMU HENDAK MENCARI KEUNTUNGAN DUNIAWI.

 

Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang (kepada mereka), sesudah mereka dipaksa (itu).

 

(QS.24:33)

 

 

 

 

Surat 33 ayat 28 - 35:

 

28. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلا

 

Artinya:

 

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,

 

"Jika KAMU MENGINGINKAN KEHIDUPAN DUNIA DAN PERHIASANNYA, maka marilah AKU BERIKAN PEMBERIAN KEPADAMU dan AKU LEPASKAN KAMU dengan cara yang baik.

 

29. وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

 

Artinya:

 

Dan JIKA KAMU MENGINGINKAN ALLAH DAN RASULNYA DAN NEGERI AKHIRAT, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi yang berbuat baik di antara kamu.

 

30. يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

 

Artinya:

 

Hai isteri-isteri Nabi, barangsiapa di antara kamu mengerjakan perbuatan keji yang terang, AKAN DILIPATGANDAKAN SIKSAAN BAGINYA DUA KALI,

 

Dan yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

 

31. وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا

 

Artinya:

 

Dan barangsiapa di antara kamu isteri  Nabi IKUT ALLAH DAN RASULNYA DAN BERAMAL SALEH, niscaya Kami berikan kepadanya PAHALA DUA KALI.

Dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

 

32. يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا

 

Artinya:

 

Hai isteri-isteri Nabi, tiadalah kamu seperti salah seorang dari perempuan-perempuan itu

 

JIKA KAMU BERTAQWA, maka JANGANLAH KAMU TERLALU LEMBUT DALAM BERBICARA SEHINGGA TERTARIKLAH ORANG YANG DALAM HATINYA ADA PENYAKIT, dan UCAPKANLAH PERKATAAN YANG BAIK.

 

33.   

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

 

Artinya:

 

Dan TETAPLAH KAMU DI RIMAHMU DAN JANGAN KAMU BERHIAS SEPERTI BERHIASNYA ORANG JAHILIYAH, dan DIRIKANLAH SHOLAT, KELUARKAN ZAKAT, dan IKUT ALLAH DAN RASULNYA.

Hanya sesungguhnya Allah menghendaki supaya menghilangkan kotoran-dosa dari kamu,

hai keluarga Nabi dan membersih kan kamu sebersih-bersihnya.

 

34. وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

 

Artinya:

 

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah kamu dari ayat-ayat Allah dan hikmah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

35. إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

 

Artinya:

 

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan YANG BANYAK MENGINGAT ALLAH, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan Pahala yang besar.

 

 

Firman Tuhan mengenai Jilbab:

 

QS(33)59:

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ

 وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Artinya:

 

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan perempuan mukmin, "Hendaklah mereka MEMAKAI JILBABNYA ATAS DIRINYA."

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, maka mereka TIDAK DIGANGGU.

Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

 

 

QS(7)26:

 

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

 

Artinya:

 

"Hai keturunan Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu PAKAIAN untuk MENUTUPI AURATMU dan PAKAIAN INDAH UNTUK PERHIASAN, SEDANG SESUNGGUHNYA PAKAIAN TAQWA itulah yang PALING BAIK. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah mereka selalu ingat.

 

 

Oleh sebab itu perempuan  TIDAK BOLEH DI MADU.

 

Seorang laki-laki TIDAK BOLEH MEMILIKI ISTRI LEBIH DARI SATU.

 

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا

 

Artinya:

 

"Dan jika KAMU TIDAK DAPAT BERLAKU ADIL TERHADAP PEREMPUAN YANG YATIM, maka KAWINILAH PEREMPUAN LAIN YANG KAMU SUKAI DUA, TIGA ATAU EMPAT, TETAPI JIKA KAMU TAKUT TIDAK DAPAT BERLAKU ADIL, MAKA SEORANG SAJA, atau budak-budak yang kamu miliki.

Yang demikian itu lebih dekat supaya kamu TIDAK BERLAKU ANIAYA."

(QS.4:3)

 

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Artinya:

 

"DAN KAMU TIDAK AKAN DAPAT BERLAKU ADIL, di antara perempuan-perempuan (ISTRI-ISTRIMU), WALAUPUN KAMU SANGAT INGIN BERBUAT DEMIKIAN, MAKA JANGANLAH KAMU TERLALU CENDERUNG KEPADA PEREMPUAN YANG ENGKAU CINTAI SEHINGGA ENGKAU SEPERTI TERGANTUNG. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.4:129)

 

 

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Artinya:

 

"Dan KAWINILAH LAKI-LAKI YANG SENDIRIAN DAN PEREMPUAN YANG JANDA dari antara kamu serta hamba laki-laki dan hamba perempuan kamu yang patut nikah. Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkan rezeki mereka dari karuniaNya. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui." (QS.24:32)

 

 

 

Keterangan rujukan ayat-ayat Al-Quran dan Hadist tentang Ibu:

 

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

"Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami MENCIPTAKAN KAMU DARI SEORANG LAKI-LAKI DAN SEORANG PEREMPUAN, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.

Sesungguhnya SEMULIA-MULIA kamu DI SISI ALLAH ialah yang lebih TAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." (QS.49:13)

 

 

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 

"Dialah yang MEMBENTUK KAMU DALAM RAHIM-RAHIM sebagaimana yang Dia kehendaki. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS.3:6)

 

 

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لا تَعْبُدُونَ إِلا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلا قَلِيلا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

 

"Dan (ingatlah), ketika Kami membuat perjanjian dari Bani Israil, (yaitu):

 

"Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan BERBUAT BAIKLAH KEPADA IBU BAPAK, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, DIRIKAN SHALAT, dan KELUARKAN ZAKAT".

Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling." (QS.2:83)

 

 

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.

Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS.2:233)

 

 

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

 

"Dan Kami perintahkan kepada manusia, (untuk BERBUAT BAIK) KEPADA KEDUA ORANG IBU BAPAKnya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." (QS.31:14)

 

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

 

"Dan jika keduanya memaksamu, untuk mempersekutukan dengan Aku, sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka JANGANLAH KAMU MENGIKUTI KEDUANYA, dan PERGAULI KEDUANYA DI DUNIA DENGAN BAIK, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku-lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS.31:15)

 

 

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

 

"Kami perintahkan kepada manusia supaya BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA IBU BAPAKNYA,

IBUNYA MENGANDUNGNYA DENGAN SUSAH PAYAH, dan MELAHIRKANNYA DENGAN SUSAH PAYAH PULA.

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS.46:15)

 

 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

 

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah BERBUAT BAIK KEPADA IBU-BAPAK.

 

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali JANGANLAH ENGKAU MENGATAKAN KEPADA KEDUANYA PERKATAAN "AH" dan JANGANLAH engkau MEMBENTAK KEDUANYA, dan UCAPKANLAH KEPADANYA PERKATAANYA YANG BAIK.

Dan RENDAHKANLAH DIRIMU TERHADAP KEDUANYA DENGAN PENUH KASIH SAYANG dan ucapkanlah,

‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (QS.17:23-24).

 

 

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

"dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." (QS.19:32)

 

 

Hadits-hadits:

 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

 

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata:

 

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,

‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

 

Dan orang tersebut kembali bertanya,

 

‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

 

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’

 

Beliau menjawab, ‘Ibumu.’

 

Orang tersebut bertanya kembali,

 

‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

 

‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

 

 

عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال

 

“Sesungguhnya ALLAH Ta’ala MENGAHARAMKAN KALIAN BERBUAT DURHAKA KEPADA IBU KALIAN, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.”

 

(Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)

 

 

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا))

 

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,

 

“Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.”

 

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan

 

BUATLAH KEDUANYA TERTAWA sebagaimana engkau telah membuat keduanya MENANGIS.”

 

(Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143), Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))

 

 

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ.

 

“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini:

 

(1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya,

(2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan,

(3) do’a orang yang dizhalimin.”

 

(Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no. 32, 481/Shahiih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372))

 

 

 

Kesimpulan:

 

1. Seorang Ibu-Perempuan yang beriman-bertaqwa kepada Allah dan RasulNya patut dipedulikan-disayangi-dikasihi-dihargai-dihormati; apalah lagi Ibu kandung sendiri. Sebagaimana Allah mengasihi-menyayangi setiap manusia;

 

2. Karena itu Perempuan-Wanita wajib menjaga kehormatannya;

 

3. Tidak akan berkembang manusia yang banyak ini, bila tidak ada kaum perempuan;

 

4 Oleh karena itu nikahilah seorang perempuan secara berkepatutan sesuai dengan agama islam, serta jauhilah zina;

 

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

 

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS.17:32)

 

5. Justru dilahirkannya Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW selain MEMPERBAIKI AKHLAQ-BUDI MANUSIA,lebih dari itu "MENINGGIKAN DERAJAT WANITA; bahkan MENETAPKAN KETINGGIAN WANITA ITU SENIDIRI"; karena RUH HANYA DAPAT DITAMPUNG DALAM RAHIM SEORANG PEREMPUAN.

 

 

 

Demikian disampaikan sebagai bahan pertimbangan guna memperoleh makna yang sesungguhnya. Wass wr wb.

 

 

 

AR Yusuf

Bekasi, 23-12-2018

Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fetching news ...