Readup

Pernikahan dalam pandangan 6 agama

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Pernikahan dalam pandangan 6 agama

Setiap agama mengajarkan bahwa keluarga adalah hal yang penting dalam kehidupan. Oleh sebab itu, setiap agama memiliki ketentuan dan konsep pernikahan yang unik.

Berikut ini, rangkuman pandangan 6 agama tentang pernikahan yang dikutip dari buku “Merayakan Keragaman” (2018:67-72):

Islam

Ketentuan menikah dalam Islam adalah monogami, tetapi boleh beristri (poligini) maksimal 4 dengan syarat-syarat khsusus, terutama adil dan mampu menafkahi. Keadilan dipilih sebagai syarat karena itu merupakan sifat paling sulit untuk dipenuhi oleh manusia.

Menikah dianggap ibadah oleh umat Islam. Perempuan Muslimah tidak diperkenankan menikah dengan calon suami yang tidak seagama, sedangkan pria diperbolehkan menikahi Ahlul Kitab (yang mayoritas ditafsirkan sebagai pemeluk Yahudi dan Nasrani). Meskipun diperkenankan bercerai, tetapi hal itu dianggap sebagai sesuatu yang dibenci.

Katolik

Ketentuan menikah dalam tradisi Katolik adalah monogami: poligami sama sekali tidak dapat diterima, bahkan dengan alasan istri mandul sekalipun.

Menikah dianggap sebuah ikatan yang disatukan oleh Tuhan. Oleh karena itu, umat Katolik dilarang keras bercerai. Jika terpaksa bercerai, prosesnya harus melibatkan gereja.

Kristen Protestan

Mirip dengan pernikahan Katolik, ketentuan menikah dalam tradisi Protestan adalah monogami yang ketat.

Pernikahan dianggap sebagai persatuan suami-isri yang berdasarkan kasih yang disatukan oleh Allah dan saksi. Pernikahan dianggap sebagai representasi hubungan suami-istri dengan Allah dan sesama manusia.

Hindu

Umat Hindu mensyaratkan kedua mempelai harus seagama. Pernikahan dianggap sah hanya jika dilakukan menurut ketentuan hukum Hindu. Kedua, pernikahan harus dilakukan oleh pendeta, dan apabila salah satu mempelai belum beragama Hindu, pernikahan dianggap tidak sah. Meskipun monogami dianjurkan, tetapi poligami tidak dilarang.

Buddha

Perkawinan yang dipuji Sang Buddha adalah perkawinan antara pria yang baik dan perempuan yang baik. Perkawinan dinilai sebagai ikatan lahir-batin antara pria dan wanita dengan tujuan membentuk keluarga bahagia sesuai Dharma. Perkawinan dalam agama Buddha bersifat monogami.

Khonghucu

Umat Khonghucu menganut perkawinan monogami. Pernikahan dimaksudkan untuk menyatukan benih kebaikan dan kasuh antara dua manusia yang berlainan marga; secara vertical, pernikahan dianggap sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan dan leluhur, dan untuk meneruskan generasi.

Semua agama memandang pernikahan sebagai nilai suci yang kesakralannya harus dijaga guna mewujudkan keluarga bahagia dalam kasih Tuhan Yang Mahakuasa.

Kelangkaan gas Elpiji karena praktek pengoplosan
Fadli Zon nilai menteri ikut kampanye munculkan konflik kepentingan
IHSG anjlok mengikuti pelemahan saham global
Fadli Zon: Jokowi halusinasi
Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
Fetching news ...