Hardware

Robot ancam hampir separuh pekerjaan manusia

5.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:37
07 JUL 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Revolusi industri keempat sedang dimulai, dan hampir separuh pekerjaan di Australia diprediksi akan diambil alih oleh robot. Hal ini ditandai oleh kemunculan robot-robot pintar.

Menurut, ekonom PricewaterhouseCoopers, Jeremy Thorpe, situasi ini akan benar-benar mengubah pangsa kerja di Australia.

"Selama 20 tahun ke depan, sekitar 44 persen pekerjaan Australia, yakni lebih dari 5 juta pekerjaan, berisiko terganggu oleh teknologi, baik karena digitalisasi atau otomasi," katanya, dilansir Australia Plus, Jumat (07/07/2017).

Stefan Hajkowicz, ilmuwan di CSIRO, mengatakan bahwa pekerja kantoran akan terkena dampak paling besar.

"Hilangnya pekerjaan di sektor manufaktur Australia, yakni manufaktur mobil, akan dialami juga oleh sektor jasa administrasi dan keuangan di pusat-pusat kota CBD dan inilah yang menjadi tantangan terbesar kita ke depan," kata Stefan.

Jeremy pun setuju dengan yang dikatakan Stefan. Ia menambahkan bahwa pekerja kantoran di Australia pernah jadi "sektor yang alami pertumbuhan besar selama 30 tahun terakhir".

"Kita sudah merasakan manfaat dari globalisasi dan ini akan menjadi kejutan bagi sistem, saat kita melihat penurunan dalam jenis-jenis pekerjaan itu."

Start-up ancam pekerjaan manusia

Start up Australia di bidang keuangan, Stockspot mengatakan, model bisnisnya membuat ribuan pekerjaan dengan bayaran sangat tinggi menjadi tak dibutuhkan lagi.

Stockspot mengklaim dengan hanya menggunakan algoritma dan otomasi mereka dapat memberikan saran keuangan yang lebih baik dengan harga lebih murah.

Chris Brycki, pendiri start up mengatakan, beberapa pekerjaan, terutama di sektor jasa keuangan, tidak memberikan manfaat.

"Jasa keuangan mempekerjakan sekitar 10 persen dari angkatan kerja kita dan banyak pekerjaan tersebut tidak diperlukan," katanya.

"Banyak analis riset, pemilih saham, pialang saham, mereka sebenarnya tidak memberikan manfaat akhir bagi konsumen."

Ancaman bagi pekerja sektor keuangan

Stefan mengatakan, teknologi blockchain di balik mata uang digital, bitcoin, juga mengancam akan mengguncang industri ini.

"Teknologi blockchain dan distributive ledger, jika berfungsi sebagaimana mestinya, adalah teknologi di balik mata uang bitcoin dan dapat digunakan untuk proses faktur atau audit mandiri," katanya.

"Teknologi ini bisa mengubah 100 auditor menjadi satu."

Kehilangan pekerjaan di bidang keuangan sudah dimulai. Westpac telah mengurangi jumlah karyawannya selama setahun terakhir.

Tapi, pukulan sesungguhnya baru akan terjadi di masa datang.

Analis Macquarie baru-baru ini memperkirakan empat besar bank di Australia mungkin akan mengurangi 20 ribu pekerjaan selama beberapa tahun ke depan.

Kondisi seperti ini sudah terjadi di sejumlah negara. Setelah resesi besar, tenaga kerja perbankan di Amerika Serikat turun sekitar setengah juta orang.

Chris mengatakan, hantaman ini akan segera terasa di Australia.

"Alasan kita berada di belakang Amerika Serikat dan Inggris dalam situasi ini, adalah karena kita tidak melewati krisis keuangan dengan buruk. Kondisi ini telah menghancurkan banyak orang dari industri keuangan," katanya.

Tapi ini hanyalah penangguhan sementara.

"Masih banyak orang bertahan bekerja di bank. Hingga bank harus memberhentikan orang-orang tersebut dalam beberapa tahun ke depan, maka guncangan di industri keuangan akan terasa," katanya.

Apple dan Google gantikan peran bank

Bukan hanya start up yang mengancam model bisnis yang ada sekarang ini. Perusahaan raksasa teknologi juga terus berinovasi dan mengancam sektor keuangan.

"Apple mungkin lebih baik dijadikan bank, Google mungkin lebih baik jadi bank dibandingkan bank sebenarnya, karena memiliki teknologi untuk memfasilitasi transaksi," kata Chris.

Ia mengatakan, anak-anak muda yang melirik pilihan karir yang sekarang masih menjanjikan ini akan dipaksa untuk mempertimbangkannya kembali.

"Saya masuk ke industri keuangan saat berada di masa kejayaan, sekitar tahun 2006 ketika saya bergabung," katanya.

"Kita mungkin tidak akan lagi melihat besarnya gaji dan bonus dan kemewahan dalam industri pelayanan keuangan, karena perubahan struktural yang akan terjadi."

Jeremy Throipe dari PricewaterhouseCoopers mengatakan, bukti-bukti sudah mulai terlihat.

"Saat ini kita tidak merasa sadar," katanya.

"Anda mungkin tidak menyadari bahwa kita sudah melihat beberapa pekerjaan hilang, karena direstrukturisasi oleh otomatisasi dan digitalisasi."

Sponsored
The Money Fight

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
Hardware
Sponsored