Teknologi

Pramoedya Ananta Toer muncul di Google Doodle

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:35
06 FEB 2017
Pramoedya Ananta Toer
Editor
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sastrawan Pramoedya Ananta Toer muncul di mesin pencari Google Indonesia hari ini untuk merayakan ulang tahun ke-92 pengarang tetralogi Buru itu.

Dalam Google Doodle, Pramoedya Ananta Toer digambarkan sedang mengetik di mesin tik. Di belakang Pram, terdapat gambar bergerak papan tuts huruf mesin tik 'jadul', sebagian besar berwarna coklat, hanya empat huruf Google yang berwarna-warni.

Google Doodle merupakan logo-logo Google yang dimodifikasi sedemikian rupa yang ditampilkan pada saat peringatan atau event tertentu pada setiap negara. Sebelumnya, google juga pernah menampilkan tokoh Indonesia lainnya dalam Google Doodle, seperti Daeng Soetigna, pria kelahiran Garut tersebut adalah pencipta angklung diatonis, dan Samaun Samadikun, Bapak Mikroelektronika Indonesia.

Dalam keterangannya, hari ini Google menggambarkan sosok Pramoedya sebagai pejuang.

"Bisa dikatakan bahwa pena Pramoedya Ananta Toer adalah pedangnya. Dikenal sebagai 'Pramoedya' atau "Pram, 'penulis Indonesia ini adalah pendukung hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi yang berjuang melawan penjajahan Jepang dan Belanda di negaranya," tulis Google.

Pram, lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 1925, dan telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Karya Pram yang paling fenomenal adalah tetralogi buku yakni, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca, dan Jejak Langkah yang ditulisnya saat menjalani hukuman di Pulau Buru. Pramoedya merupakan satu-satunya tahanan yang mendapat pinjaman mesin tulis. 

Dia dibebaskan dari Pulau Buru pada 1979 dan dinyatakan tidak bersalah serta tidak terlibat Gerakan 30 September. Pram tutup usia pada 25 April 2006 karena penyakit diabetes yang dideritanya.

Terbaru
26 Mei 2017 | 20:10
Teka-teki peluncuran iPhone 8
23 Mei 2017 | 08:52
Verizon uji coba teknologi 5G
19 Mei 2017 | 15:08
Bagaimana kabar Pokemon Go?
5 Mei 2017 | 22:38
Jangan beli iPhone di Turki
Teknologi