Software

KPAI minta Facebook bangun sistem proteksi

11.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:25
20 MAR 2017
Dok. Facebook
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pengelola Facebook membangun sistem proteksi agar tayangan berisi konten seperti bunuh diri yang dilakukan secara live tidak kembali terulang.

"Kami meminta Facebook dan media sosial lain untuk bangun sistem proteksi agar kejadian seperti ini tak ter-record, sehingga diketahui oleh publik termasuk anak," ujar Wakil Ketua KPAI, Susanto, dalam keterangan persnya, hari ini.

Jumat pekan lalu, jagat maya Facebook digegerkan dengan aksi gantung diri yang diunggah secara live oleh seorang pengguna Facebook bernama Pahinggar Indrawan dengan durasi 1 jam 46 menit. Pelaku bunuh diri merekam ulahnya dan langsung terunggah di jejaring Facebook. Mayat Pahinggar ditemukan istrinya bernama Dina Febriyanti di rumahnya, Jalan Kemenyan No 5 Rt. 08/05, Ciganjur, jagakarsa, Jakarta Selatan.

Susanto menyesalkan kejadian bunuh diri yang tayang secara langsung di media sosial itu menyebar secara cepat di masyarakat. 

"Ini kejadian tidak baik. Jangan sampai ditiru oleh anak-anak. Apalagi meski sudah dihapus, tampaknya publik telah men-shared ke banyak group. Ini kurang pas dan tak mendidik," ujar dia. 

Susanto juga meminta masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi dan kejadian yang tak bermartabat. "Karena dapat mereduksi semangat besar pembangunan karakter yang sedang menjadi concern bersama," kata dia.

Terbaru
29 Juni 2017 | 20:10
Teror ransomware kembali terjadi
Software